Kirab Bendera 2.026 Meter di Tanjung Selor, Hampir 3.000 Warga Rayakan HUT ke-81 RI
Amelia Mutia Rachmah August 29, 2026 11:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah bendera Merah Putih sepanjang sembilan meter menjadi titik awal perjalanan yang dimulai pada 2014. Lebih dari satu dekade kemudian, bendera tersebut telah tumbuh menjadi hamparan sepanjang 2.026 meter yang menyatukan ribuan orang dalam satu langkah.

Sabtu (29/8/2026) pagi, hampir 3.000 peserta mengarak bendera raksasa itu di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Bentangan Merah Putih membelah ruas Jalan Kolonel Soetadji hingga berakhir di kawasan Tugu Cinta Damai.

Dari ketinggian, kain merah putih tersebut tampak membentuk gelombang panjang yang mengikuti langkah ribuan peserta. TNI dan Polri, pelajar SMA dan SMK, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga organisasi masyarakat berjalan dalam dua barisan panjang sambil membentangkan bendera hingga garis akhir.

Kirab tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bulungan.

Baca juga: Anggia-Debby Juara Bayan Open 2026 di Balikpapan, Beri Motivasi untuk Regenerasi Atlet Muda

Antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan pemuda, turut mewarnai perjalanan bendera sepanjang lebih dari dua kilometer itu.

Bagi Inisiator Kirab Bendera Merah Putih, Che Ageng dari OI Tarakan, panjang bendera yang kini mencapai 2.026 meter menjadi perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Berawal dari Pembentangan Sederhana

Che Ageng mengatakan perjalanan bendera tersebut dimulai pada 2014. Saat pertama kali digunakan, panjang bendera hanya sembilan meter dan kegiatan yang dilakukan masih berupa pembentangan, bukan kirab.

Seiring waktu, panjang bendera terus bertambah. Pada 2018, ukurannya telah mencapai 200 meter sehingga tidak lagi memungkinkan untuk dibentangkan di satu lokasi yang cukup luas.

"Perjalanan ini dimulai pada tahun 2014. Saat itu panjang bendera hanya sembilan meter. Awalnya konsepnya bukan kirab, tetapi pembentangan bendera. Hingga tahun 2018 panjangnya sudah mencapai 200 meter dan sudah tidak memungkinkan lagi mencari tempat yang cukup luas. Karena itu konsepnya diubah menjadi kirab," ujarnya.

Baca juga: Pesan Perpisahan Rafael Leao, Perjalanan 7 Tahun Bersama AC Milan Akhirnya Berakhir

Bendera sepanjang 2.026 meter yang dikibarkan di Tanjung Selor juga bukan dibuat sekaligus. Setiap kali digunakan dalam kegiatan bertema nasionalisme, kain tersebut terus disambung dan bertambah panjang.

Selalu Bertambah Setiap Digunakan

Menurut Che Ageng, penambahan panjang bendera dilakukan sepanjang 27 meter. Ukuran tersebut menyesuaikan satu gulung kain yang digunakan dalam proses penyambungan.

"Bendera ini bukan bendera baru. Setiap kali keluar dari lipatannya untuk digunakan, panjangnya harus bertambah. Itu sudah menjadi komitmen kami," katanya.

Kain yang digunakan merupakan jenis kain jumping. Pemilihan bahan tersebut dilakukan setelah berkonsultasi dengan para penjahit agar memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik.

Seluruh proses penyambungan bendera dikerjakan oleh penjahit lokal di Kota Tarakan.

Baca juga: Karhutla Kaltim Belum Ganggu Penerbangan, Diskominfo Pastikan Transportasi Udara Aman

Che Ageng mengaku kegiatan tersebut pada awalnya dilakukan secara sederhana dengan dana hasil patungan bersama rekan-rekan yang memiliki semangat nasionalisme yang sama. Ia pun tidak pernah membayangkan bendera itu akan mencapai panjang lebih dari dua kilometer.

"Semakin panjang benderanya, semakin banyak masyarakat yang bisa ikut bergabung. Hari ini pesertanya hampir mencapai tiga ribu orang. Itu yang menjadi kebanggaan kami," ucapnya.

Kirab bendera kini menjadi agenda rutin setiap Agustus dan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah daerah di Kalimantan Utara, termasuk Tarakan, Nunukan, dan Tanjung Selor.

Berakhir dengan Deklarasi Cinta Damai

Setibanya di kawasan Tugu Cinta Damai, ribuan peserta bersama-sama melipat bendera sepanjang 2.026 meter tersebut.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembentangan bendera berukuran 17 meter x 8 meter sebagai penutup rangkaian kirab.

Baca juga: Unik di Balikpapan, Nasi Goreng Acicihay Sajikan Ayam Bawang sebagai Menu Signature

Agenda seremonial juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Cinta Damai oleh Bupati Bulungan Syarwani di depan Tugu Cinta Damai. Deklarasi tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Bulungan.

Syarwani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari TNI, Polri, organisasi kepemudaan, komunitas hingga para pelajar.

"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kita dalam mengisi kemerdekaan dan memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Bulungan," katanya.

Semangat Persatuan Terus Dijaga

Bupati Bulungan berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kirab bendera dapat terus dipelihara melalui berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.

"Tentu masih banyak kreativitas dan kegiatan lain yang bisa kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus membangun semangat persatuan, menciptakan situasi damai, masyarakat yang rukun dan saling menghormati," ujarnya.

Baca juga: Cara Lacak HP yang Hilang dengan Nomor HP, Cara Resmi yang Bisa Dicoba untuk Android dan iPhone

Syarwani juga mengaku bersyukur melihat tingginya respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran pelajar, organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Cipayung Plus, serta berbagai komunitas dinilainya menjadi gambaran semangat nasionalisme yang perlu terus dijaga.

"Saya sangat berterima kasih karena respons masyarakat luar biasa. Adik-adik pelajar, organisasi kepemudaan seperti KNPI, Cipayung Plus, komunitas, semuanya hadir bersama. Ini menunjukkan semangat nasionalisme yang harus terus kita jaga," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.