TRIBUN-MEDAN.com, SUBANG JAYA - Jarak menjadi salah satu pertimbangan masyarakat Medan dan Sumatera Utara ketika membutuhkan layanan kesehatan di luar daerah maupun luar negeri.
Malaysia menjadi salah satu pilihan yang relatif mudah dijangkau dari wilayah Sumatera. Namun bagi pasien yang harus berobat ke negara lain, persoalannya bukan sekadar membeli tiket dan menemui dokter.
Menentukan dokter yang sesuai, membuat janji, menyiapkan dokumen medis, memperkirakan biaya, mencari penginapan hingga mengatur transportasi menjadi bagian dari perjalanan yang harus disiapkan pasien dan keluarga.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus pelayanan pasien internasional yang dikembangkan Sunway Medical Centre, Sunway City, Malaysia.
CEO Sunway Medical Centre, Sunway City, Erica Lam mengatakan, persoalan pelayanan kesehatan sebaiknya tidak dilihat dengan membandingkan pasien berdasarkan negara asal.
Menurutnya, kebutuhan utama setiap pasien sama, yakni memperoleh informasi dan mengetahui layanan kesehatan yang tepat untuk penyakit yang dialami.
“Terkadang pasien tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai ke mana mereka harus mencari pengobatan untuk penyakit tertentu, karena mereka tidak mengetahui apa yang belum mereka ketahui,” kata Erica.
Menurutnya, pasien terkadang memilih rumah sakit yang paling dekat dengan tempat tinggal karena tidak mengetahui fasilitas lain yang memiliki layanan lebih spesifik.
Padahal, tidak semua rumah sakit memiliki subspesialisasi yang sama.
Erica mencontohkan layanan hematologi anak maupun operasi robotik yang tidak tersedia di setiap rumah sakit.
Untuk penyakit tertentu, pasien akhirnya harus melakukan perjalanan menuju rumah sakit yang memiliki layanan tersebut.
Karena itu, menurut Erica, meningkatkan informasi mengenai layanan dan subspesialisasi yang tersedia dapat membantu pasien menentukan perjalanan pengobatan dengan lebih baik.
Bagi pasien internasional, Erica mengatakan perjalanan pelayanan di Sunway Medical Centre, Sunway City, berusaha dimulai bahkan sebelum pasien tiba di Malaysia.
Calon pasien dapat menghubungi tim Sunway melalui pesan, surat elektronik maupun telepon untuk menyampaikan kebutuhan medis dan mengatur janji.
Ada tim khusus yang menangani pertanyaan pasien internasional.
Setelah jadwal pengobatan ditentukan, pendampingan dapat berlanjut ketika pasien tiba di Malaysia, termasuk kebutuhan transportasi dan akomodasi.
Sunway juga menyediakan penerjemah dan petugas yang dapat mendampingi pasien selama proses pengobatan hingga diperbolehkan pulang.
“Setelah membuat janji dan tiba di bandara, pasien akan mendapat penyambutan dari tim kami,” kata Erica.
Pendampingan juga tidak serta-merta berakhir ketika pasien meninggalkan Malaysia.
Erica mengatakan, apabila pasien masih membutuhkan tindak lanjut setelah kembali ke Indonesia, tim Sunway dapat membantu mendukung proses tersebut melalui koordinasi dengan dokter maupun rumah sakit di Indonesia.
Sunway juga telah memiliki sekitar sembilan kantor perwakilan di Indonesia untuk memperluas dukungan kepada pasien.
Director, International Business Development Sunway Healthcare Group, Vincent Gooi mengatakan, Sunway Medical Centre, Sunway City merupakan rumah sakit unggulan utama dalam jaringan Sunway Healthcare.
Berbeda dengan rumah sakit yang berdiri sendiri, fasilitas tersebut berada dalam kawasan Sunway City yang menggabungkan layanan kesehatan dengan berbagai fasilitas lain.
Di kawasan tersebut terdapat hotel, pusat perbelanjaan, institusi pendidikan, Sunway Lagoon hingga Sunway Sanctuary.
Sunway Sanctuary merupakan fasilitas hunian warga senior yang juga berada tidak jauh dari rumah sakit.
Sementara itu, Erica mengatakan keberadaan berbagai fasilitas tersebut membuat Sunway Medical Centre memiliki konsep pelayanan terpadu.
Pasien internasional maupun keluarga dapat memperoleh layanan kesehatan sekaligus dukungan akomodasi dan perhotelan dalam kawasan yang sama.
Menurutnya, banyak rumah sakit lain memiliki kualitas pelayanan medis yang baik, tetapi Sunway memiliki ekosistem yang mendukung perjalanan pasien.
“Hal unik lainnya dari Sunway Medical Centre adalah kami berada di Sunway City. Jadi, dalam arti tertentu, ini benar-benar menjadi pusat pelayanan terpadu,” katanya.
Pengalaman menjalani perjalanan pengobatan ke Sunway Medical Centre, Sunway City, salah satunya diceritakan Robby Hadianto (40), warga Pekanbaru, yang membawa anaknya berusia enam bulan untuk mendapatkan pendapat medis kedua.
Anaknya sebelumnya didiagnosis mengalami pertusis dengan jumlah leukosit yang tinggi.
Robby mengatakan anaknya telah menjalani rawat jalan selama beberapa minggu dan sempat menjalani rawat inap sekitar satu minggu di Pekanbaru.
Namun karena perkembangan kondisi dinilai belum signifikan dan hasil pemeriksaan leukosit disebut mencapai sekitar 54.000, keluarga mencari pendapat medis kedua.
Informasi mengenai Sunway Medical Centre, Sunway City kemudian diperoleh melalui AssistCare Indonesia.
Menurut Robby, pihak tersebut membantu proses mulai dari pendaftaran, pengiriman data medis hingga menentukan dokter yang sesuai dengan kondisi anaknya.
Setelah tiba di Malaysia, anak Robby langsung mendapat penanganan di layanan gawat darurat dan kemudian menjalani perawatan.
“Alhamdulillah sesuai dengan yang kami harapkan semuanya. Anak kami dalam kondisi yang baik setelah dirawat di sini,” kata Robby.
Sekitar tiga hari menjalani perawatan di Sunway Medical Centre, Sunway City, ia mengatakan jumlah leukosit anaknya menurun dan telah diperbolehkan pulang.
Robby menilai fasilitas maupun kemampuan tenaga medis di Indonesia sebenarnya tidak kalah.
“Kalau peralatan, saya rasa kita juga tidak kalah di Indonesia. Namun dari pengalaman kami, di sini analisisnya tepat sehingga terapi yang diberikan juga tepat,” katanya.
Ia juga merasakan penanganan terhadap anaknya berlangsung cepat.
Begitu tiba, pasien langsung mendapatkan penanganan di layanan gawat darurat dan kemudian memperoleh kamar yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Robby turut menyoroti fasilitas kamar yang menurutnya luas, bersih dan nyaman bagi anak.
Kebutuhan pendamping pasien juga diperhatikan, termasuk makanan bagi anggota keluarga yang menjaga anak selama menjalani perawatan.
Bagi keluarga yang datang dari luar Malaysia, ia menilai bantuan pengaturan sejak sebelum keberangkatan turut mempermudah proses pengobatan.
Pengalaman tersebut menunjukkan perjalanan pengobatan lintas negara tidak hanya menyangkut layanan dokter ketika pasien tiba di rumah sakit, tetapi juga kesiapan sebelum keberangkatan, transportasi, akomodasi, pendampingan keluarga hingga kelanjutan perawatan setelah pasien kembali ke daerah asal.
(cr26/tribun-medan.com)