Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menilai Jati Baru Festival Vol. 5 merupakan bentuk kreativitas, kepedulian, dan partisipasi masyarakat untuk membangun lingkungan yang aktif, produktif dan guyub.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun mengatakan kegiatan yang digelar Karang Taruna RW 04 Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, tersebut menunjukkan peran aktif masyarakat dalam membangun lingkungan.
"Ini merupakan bentuk nyata kreativitas, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang aktif, produktif, dan guyub," ujar Eric dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Eric mengatakan generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan sebagai pelaku dan penggerak pembangunan di tengah masyarakat.
Karena itu, dia meminta pemuda dan Karang Taruna terus menyalurkan energi serta kreativitas melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Bangun kolaborasi, ciptakan inovasi, dan hadirkan kegiatan yang dapat memperkuat kebersamaan masyarakat," katanya.
Eric juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban, fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta suasana Jakarta agar tetap aman dan nyaman.
Jati Baru Festival (Jabfes) Vol. 5 berlangsung selama Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan meliputi bidang sosial, olahraga, ekonomi kreatif, dan seni budaya.
Ketua Pelaksana Jati Baru Festival Vol. 5 Syauqi Rabbani mengatakan rangkaian kegiatan terbagi dalam tiga kategori, yakni Jabfes Care, Jabfes Sport, dan Jabfes Event.
"Jabfes Care berfokus pada kegiatan sosial dan kepedulian masyarakat, di antaranya cek kesehatan gratis, donor darah, kegiatan lansia produktif, balita sehat, serta pembagian sembako bagi warga lansia," kata Syauqi.
Jabfes Sport menghadirkan kegiatan olahraga seperti bulu tangkis, futsal, dan mini soccer, sedangkan Jabfes Event diisi bazar UMKM dan gelar seni budaya.
Festival tersebut juga meluncurkan Sistem Informasi Bank Sampah Jati Baru (Sibaru).
Syauqi mengatakan Sibaru menjadi inovasi warga untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah sejak dari sumbernya sebelum dikumpulkan dan dikelola melalui sistem tersebut.
"Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis partisipasi warga," katanya.





