Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO — Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan penghargaan khusus kepada tim SAR gabungan dan elemen masyarakat yang terlibat dalam misi evakuasi dua pendaki meninggal dunia di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Bondowoso.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat upacara peringatan HUT Pramuka ke-65 di Alun-Alun Ki Bagus Asra, Jumat (28/8/2026).
Penerima penghargaan meliputi jajaran Polres Bondowoso, Kodim 0822/Bondowoso, Basarnas, BPBD, hingga organisasi relawan dan komunitas lokal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi dan keberanian tim gabungan yang bertaruh nyawa di medan ekstrem.
Baca juga: Festival Kopi Nusantara ke-9 Digelar di Bondowoso, 122 UMKM Bertemu Buyer dari Berbagai Daerah
"Penghargaan dari Bupati ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi, sinergitas, dan kerja keras seluruh tim gabungan yang terlibat hingga proses evakuasi dua korban dapat berjalan dengan lancar dan aman," ujar Kristianto.
Tragedi ini bermula ketika dua pendaki, yakni Maliya Finda (51) asal Surabaya dan seorang pemandu lokal Irfan Nasrul Laili (35) asal Kecamatan Wonosari, melakukan pendakian cepat (tektok) pada Minggu (2/8/2026).
Keduanya dilaporkan hilang kontak setelah tidak kunjung kembali hingga malam hari.
Setelah pencarian intensif, tim SAR berhasil menemukan posisi kedua korban di dasar jurang kawasan terjal "Punggung Naga" pada kedalaman sekitar 60 meter dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026).
Proses pengangkatan jenazah dari dasar jurang berlangsung dramatis dan penuh tantangan akibat kemiringan tebing yang sangat ekstrem serta jarak pandang yang tertutup kabut tebal.
Setelah kerja keras pantang menyerah, seluruh jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi turun dengan selamat pada Rabu (5/8/2026).