TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan meski kualitas udara memburuk imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot untuk masyarakat," jelasnya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Wali Kota dua periode itu mengatakan memburuknya kualitas udara di Kota Pontianak salah satunya dipengaruhi asap yang terbawa angin dari daerah lain.
Edi mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara masih buruk.
"Kita menjalankan untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar. Kita berharap ini angin dari daerah-daerah yang membawa asap ke kota ini yang menyebabkan kualitas udara di kota makin memburuk," ujar Edi.
Edi juga mengatakan kegiatan pendidikan masih diliburkan sampai cuaca membaik.
"Masih kita liburkan sampai cuaca membaik," jelasnya, Sabtu 29 Agustus 2026.
• Kasus ISPA Pontianak Melonjak: Didominasi Usia 9-60, Dinkes Sediakan Oksigen Gratis di Puskesmas
Pembelajaran daring kembali diberlakukan di sejumlah sekolah di Kota Pontianak akibat kabut asap yang semakin pekat dan berdampak pada kualitas udara.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin.
Husin menilai langkah Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meliburkan siswa dari pembelajaran tatap muka merupakan keputusan yang tepat mengingat kondisi cuaca yang memburuk akibat kabut asap.
"Menurut saya keputusan Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan sudah tepat meliburkan siswa, cuaca buruk karena asap," ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia mengatakan Komisi IV DPRD Kota Pontianak sebelumnya juga meminta agar aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring hingga kondisi udara kembali membaik.
"Kami Komisi IV juga minta untuk diliburkan, pembelajaran bisa melalui online, sampai cuaca di Kota Pontianak lebih kondusif," katanya.
Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat lebih dari 300 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setiap hari.
Angka itu memburuk imbas kondisi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kasus ISPA kita hariannya 300 lebih setiap hari. Itu kondisi cuaca asap yang tinggi," kata Kepala Dinkes Pontianak Saptiko di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu 29 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan kasus ISPA tersebut mulai terlihat sejak Agustus 2026, ketika kondisi asap di Kota Pontianak semakin meningkat.
Sebelum terjadi peningkatan asap, kasus ISPA di Kota Pontianak berada di kisaran 100 hingga 200 kasus per hari.
"Kalau lonjakan sekitar 10 persen. Biasanya kalau kita normal sekitar 100, ambil 200, tapi sekarang sudah 300 lebih per hari," jelasnya.
• Bocoran Kualitas Udara Kalbar 31 Agustus 2026: AQI Pontianak Tembus 300, Kubu Raya Berbahaya
Nama lengkap: Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM., MT
Tanggal lahir: 17 Oktober 1963, Pontianak, Kalimantan Barat
Partai politik: Gerindra
Jabatan: Wali Kota Pontianak ke-13 (2018–2023, 2025–2030)
Wakil: Bahasan
Dilantik: 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara
Keluarga: Menikah dengan Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie, Msc. Apt; memiliki tiga anak (M. Irfan Oktodiar, Reyhan Pradipta, Farrel Andita)
Riwayat Pendidikan:
SDN 03 Pontianak (1975)
SMPN 3 Pontianak (1979)
SMA Negeri 6 Bandung (1983)
S1 Teknik Arsitektur, Universitas Sebelas Maret Surakarta (1990)
S2 Manajemen, Universitas Tanjungpura Pontianak (2002)
S2 Teknik Sipil, Universitas Tanjungpura Pontianak (2008)
Karier:
PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak (1992)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak
Wakil Wali Kota Pontianak (2013–2018) mendampingi Sutarmidji
Wali Kota Pontianak (2018–2023, 2025–2030)
Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan penggerak pembangunan infrastruktur kota
(*)