Kasus ISPA Pontianak Melonjak: Didominasi Usia 9-60, Dinkes Sediakan Oksigen Gratis di Puskesmas
Faiz Iqbal Maulid August 30, 2026 05:28 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat lebih dari 300 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setiap hari.

Angka itu memburuk imbas kondisi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kasus ISPA kita hariannya 300 lebih setiap hari. Itu kondisi cuaca asap yang tinggi," kata Kepala Dinkes Pontianak Saptiko di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA tersebut mulai terlihat sejak Agustus 2026, ketika kondisi asap di Kota Pontianak semakin meningkat.

Sebelum terjadi peningkatan asap, kasus ISPA di Kota Pontianak berada di kisaran 100 hingga 200 kasus per hari.

"Kalau lonjakan sekitar 10 persen. Biasanya kalau kita normal sekitar 100, ambil 200, tapi sekarang sudah 300 lebih per hari," jelasnya.

Saptiko menyebutkan, pada Januari 2026 jumlah kasus ISPA berada di kisaran 30 ribu hingga 36 ribu kasus.

• Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 per Hari, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker

Namun, kasus tersebut belum dapat dikaitkan dengan kondisi asap karena peningkatan kabut asap baru terjadi pada Agustus.

"Jadi kalau yang sebelum Agustus itu infeksi biasa. Tapi kemungkinan karena peningkatan asap baru mulai Agustus," ujarnya.

Usia 9-60 Dominan

Dari seluruh kasus ISPA tersebut, sekitar satu persen di antaranya berkaitan dengan pneumonia.

Berdasarkan kelompok usia, kasus ISPA paling banyak ditemukan pada rentang usia 9 hingga 60 tahun.

Selain itu, kelompok lanjut usia juga menjadi salah satu kelompok yang banyak mengalami ISPA.

Imbauan Dinkes Pontianak

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Pontianak terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

"Kalau di luar rumah harus memakai masker. Masker tidak harus masker (medis), kain pun bisa," katanya.

Selain langkah pencegahan, Dinkes Pontianak juga telah menyiapkan logistik untuk penanganan ISPA.

"Kita menyiapkan logistik untuk ISPA. Sekarang kita juga menyiapkan logistik untuk VRE, karena kondisi air juga berkurang," ungkap Saptiko.

Pihaknya juga telah menyiapkan ruang oksigen di seluruh puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami sesak napas untuk mendapatkan penanganan dan oksigen secara gratis.

"Kalau masyarakat mengalami sesak, bisa melakukan pemulihan dan mendapatkan oksigen secara gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit serta dinas kesehatan," pungkasnya.

• Udara Pontianak Berbahaya, Dikepung Asap Karhutla dan Kemarau Warga Shalat Istisqa: Waspada ISPA

7 Daerah di Kalbar Masuk Pantauan Khusus

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kalimantan Barat (Kalbar), dr Erna Yulianti mengatakan peningkatan tren kasus ISPA mulai terlihat sejak minggu ke-21 pada akhir Mei 2026 hingga minggu ke-32 pada pertengahan Agustus 2026.

"Untuk perkembangan kasus ISPA dan dampak kesehatan karhutla di Kalimantan Barat, berdasarkan pemantauan sistem kewaspadaan dini dan respons atau SKDR yang merupakan alert atau sinyal bagi tenaga kesehatan, kasus ISPA di Kalimantan Barat menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa minggu terakhir," ujarnya di ruang kerjanya, Jumat 28 Agustus 2026.

Erna menyebut Kota Pontianak mencatatkan kasus tertinggi se-Kalbar.

Sedangkan peningkatan kasus dibandingkan minggu sebelumnya juga tercatat di enam Kabupaten yakni Kabupaten Ketapang, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah.

"Untuk kasus tertinggi tercatat di Kota Pontianak, sedangkan peningkatan yang signifikan terlihat di Ketapang, Kapuas Hulu, dan Sintang," katanya.

Dari sistem SKDR, Kota Pontianak tercatat memiliki sembilan alert, Kabupaten Ketapang enam alert, Kabupaten Sintang lima alert, dan Kabupaten Kubu Raya lima alert.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus menyandingkan data peningkatan kasus ISPA dengan wilayah yang memiliki titik hotspot tinggi.

Sejumlah daerah menjadi perhatian khusus, di antaranya Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Sintang, Kapuas Hulu.

"Tujuh kabupaten/kota ini menjadi pemantauan khusus kami karena adanya lonjakan-lonjakan," katanya.

Cara Mencegah ISPA

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut cara mencegah ISPA:

1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

2. Hindari menyentuh wajah (hidung, mulut, mata) dengan tangan kotor.

3. Berhenti merokok dan jauhi paparan asap rokok.

4. Konsumsi makanan bergizi kaya vitamin C, E, dan zinc untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Gunakan masker saat polusi udara tinggi atau di keramaian.

6. Tutup mulut dan hidung saat batuk/bersin dengan tisu atau siku bagian dalam.

7. Rutin berolahraga dan cukup tidur untuk menjaga imunitas.

8. Vaksinasi flu dan pneumonia sesuai anjuran dokter.

9. Pastikan ventilasi ruangan baik agar udara segar masuk dan polusi keluar.

• Kubu Raya Darurat ISPA! Dinkes Catat Ribuan Kasus dan Warga Keluhkan Sesak Napas Akibat Asap

Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

1. Batuk (kering atau berdahak).

2. Pilek dan hidung tersumbat.

3. Sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.

4. Demam, kadang disertai menggigil.

5. Sesak napas atau sulit bernapas.

6. Sakit kepala dan nyeri otot.

7. Lemas atau cepat lelah.

8. Suara serak atau hilang.

9. Mual, muntah, atau diare pada sebagian kasus.

Profil Saptiko

dr. Saptiko diketahui adalah Kepala Dinkes Kota Pontianak yang menjabat sejak Juli 2022 hingga sekarang.

Berikut profilnya:

Nama Lengkap: dr. Saptiko, M.Med.PH
Jabatan: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak (Juli 2022–sekarang)
Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda
NIP: 19661113 199603 1 003
Latar Belakang: Dokter dengan pendidikan Magister Medical Public Health (M.Med.PH).

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.