Laporan Liputan6.com dari Malaysia: Kongo Plus Two Jadi Layanan Unggulan Sunway Medical Centre
Aditya Eka Prawira August 30, 2026 07:00 AM

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Sunway Medical Centre terus memperkuat diri sebagai rumah sakit dengan layanan kesehatan yang komprehensif. Selain mengandalkan teknologi medis terbaru, rumah sakit swasta di Sunway City, Subang Jaya, Selangor, Malaysia, ini juga memiliki sejumlah layanan unggulan yang terangkum dalam konsep 'Kongo Plus Two'.

Managing Director Sunway Healthcare Group, Dr. Khoo Chow Huat, menjelaskan 'Kongo' merupakan singkatan dari lima bidang layanan utama, yakni Kardiologi, Onkologi, Neurologi, Gastroenterologi & Hepatologi, dan Orthopaedic & Trauma Surgeons.

"Lima layanan tersebut kemudian dilengkapi dengan dua bidang lainnya, yaitu women dan children," ujar Khoo saat berbincang dengan lima jurnalis dari Jakarta, Medan, Surabaya, termasuk junalis Liputan6.com, Aditya Eka Prawira pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Konsep tersebut menggambarkan ambisi Sunway Medical Centre untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lengkap dalam satu rumah sakit. Pasien dapat mengakses layanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyakit jantung, kanker, gangguan pencernaan, saraf, serta masalah tulang dan sendi.

Di saat yang sama, layanan kesehatan perempuan dan anak juga menjadi bagian penting dari pengembangan rumah sakit.

Untuk layanan pediatri atau kesehatan anak, misalnya, Sunway Medical Centre memiliki hampir 50 dokter dengan cakupan 28 subspesialisasi. Layanan tersebut kemudian terus dikembangkan melalui pembangunan Tower F yang dirancang sebagai 'Children's Tower' atau menara khusus layanan anak.

"Kami akan terus membeli peralatan terbaik dan merekrut dokter-dokter terbaik untuk memperkuat layanan Kongo Plus Two tersebut," kata Dr. Khoo.

Investasi Teknologi untuk Pasien

Pengembangan layanan spesialisasi di Sunway Medical Centre berjalan beriringan dengan investasi pada teknologi medis.

Salah satunya adalah photon-counting CT yang menurut Dr. Khoo menjadi teknologi pertama di Malaysia. Teknologi tersebut dipilih karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi pasien.

"Lebih cepat, lebih jelas, dan radiasi lebih rendah. Karena itulah kami mengadopsinya," ujar Khoo.

Dia menegaskan bahwa investasi teknologi tidak semata-mata dilakukan untuk memiliki peralatan medis terbaru. Setiap teknologi yang digunakan harus mampu memberikan nilai tambah bagi pasien.

Hal serupa diterapkan pada sistem otomatis di layanan rawat jalan. Dengan Outpatient Pharmacy Automation System (OPAS), misalnya, petugas farmasi tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari dan mengambil obat.

Waktu tersebut dapat dialihkan untuk memberikan penjelasan yang lebih baik kepada pasien.

"Menurut saya, itu yang paling penting. Dari perspektif kami, investasi tersebut merupakan sesuatu yang memberikan manfaat bagi pasien. Jadi, kami akan terus berinvestasi," kata Khoo.

 

Perkuat Layanan Kanker

Dr. Khoo Chow Huat memaparkan strategi Sunway Medical Centre memperkuat layanan kesehatan melalui konsep Kongo Plus Two, sekaligus investasi teknologi medis dan perekrutan dokter spesialis terbaik. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)
are_Group__Dr._Khoo_Chow_Huat__2_.jpeg

Selain layanan jantung dan pediatri, kanker menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat di Sunway Medical Centre.

Penguatan layanan tersebut dimulai ketika Tower C dibuka pada 2016. Saat itu, rumah sakit membangun pusat kanker baru yang dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk linear accelerator (LINAC) dan PET-CT.

Kini, Sunway Medical Centre memiliki sejumlah perangkat radioterapi, seperti dua LINAC, TomoTherapy, Gamma Knife, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Khoo, mengatakan, pengembangan pusat kanker membuat Sunway Medical Centre memiliki layanan onkologi yang lebih komprehensif. Rumah sakit juga berhasil menarik sejumlah dokter spesialis onkologi untuk memperkuat layanan tersebut.

Layanan Makin Terintegrasi

Pengembangan Tower D dan E pada 2023 turut mengubah cara layanan di Sunway Medical Centre ditata. Sekitar 180 klinik baru ditambahkan sehingga berbagai layanan spesialisasi dapat dikonsolidasikan.

Layanan pediatri, misalnya, ditempatkan di area khusus. Begitu pula dengan ortopedi, kardiologi, dan neurologi.

Penataan tersebut membuat pasien lebih mudah mengakses pemeriksaan lanjutan. Pasien jantung yang membutuhkan elektrokardiogram (EKG), misalnya, tidak perlu berpindah lokasi karena fasilitas diagnostik berada di lantai yang sama dengan ruang dokter.

Menurut Khoo, integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rumah sakit yang tidak hanya besar, tapi juga memberikan kemudahan bagi pasien.

"Kami ingin membangun rumah sakit yang benar-benar komprehensif dengan peralatan terbaik untuk melayani semua pasien," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.