LMA dan Tim Pemekaran Tambrauw Minta Audiensi dengan Bupati, Bahas Kinerja Pemerintahan
Intan August 30, 2026 08:27 AM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Tambrauw bersama Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw meminta bertemu dengan Bupati Tambrauw pada Senin (31/8/2026).

Permintaan audiensi tersebut disampaikan setelah perwakilan masyarakat adat, kepala suku, tokoh pemekaran, mahasiswa, perempuan, dan pemuda menggelar pertemuan untuk menyatukan aspirasi.

Sekretaris Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw, Fransiskus Hae, mengatakan surat permohonan audiensi telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui bagian umum pada Rabu (26/8/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Fransiskus Hae didampingi Ketua Dewan Adat Kabupaten Tambrauw Donatus Hae, tokoh pemuda Suku Mpur Kabupaten Tambrauw Philip Marbuan, pengurus Lembaga Masyarakat Adat Karoon (Lemaka) Lukas Mass, serta Sekretaris Suku Irires Kabupaten Tambrauw Nikolai Sasior.

“Kami berharap Bupati Tambrauw dapat menyediakan waktu untuk bertemu dengan kami pada Senin nanti,” kata Fransiskus saat konferensi pers LMA Kabupaten Tambrauw bersama Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga: Bupati Tambrauw Tegas Program Pendidikan Harus Berdampak, Yeskiel: Bukan Sekadar Serap Anggaran

Menurutnya, pertemuan itu direncanakan untuk menyampaikan keluhan dan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan, kondisi sosial, serta pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Tambrauw.

“Yang ingin kami bicarakan berkaitan dengan keluhan dan kekecewaan masyarakat atas kinerja pemerintahan, situasi sosial, serta pembangunan di Kabupaten Tambrauw selama ini,” ujarnya.

Fransiskus menegaskan, permintaan audiensi tersebut tidak didasari kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Pertemuan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral para tokoh yang terlibat dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Tambrauw.

“Kami sebagai tokoh-tokoh dan tim pemekaran yang ikut menghadirkan kabupaten ini memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama dengan bupati mendorong pembangunan dan roda pemerintahan agar berjalan sesuai cita-cita serta amanat perjuangan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan representasi berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Tambrauw.

“Ini representasi dari semua komponen, baik masyarakat adat, tim pemekaran, kepala suku, mahasiswa, tokoh adat, perempuan maupun pemuda. Jangan disebut kelompok karena yang hadir merupakan pimpinan dari masing-masing komponen,” katanya.

Meski belum memperoleh jawaban langsung dari Bupati Tambrauw, Fransiskus berharap pertemuan tetap dapat terlaksana pada Senin, 31 Agustus 2026.

“Kami meminta dengan kerendahan hati agar Pak Bupati datang dan bertemu dengan masyarakat. Beliau adalah pemimpin dan orang tua kami. Kita perlu duduk bersama membicarakan persoalan daerah dan masyarakat,” tuturnya.

Fransiskus menambahkan, pertemuan tersebut bertujuan menghimpun aspirasi serta menyatukan pandangan berbagai elemen masyarakat sebelum disampaikan kepada Bupati Tambrauw.

“Pertemuan ini untuk menghimpun aspirasi, pendapat, dan menyamakan pikiran mengenai hal-hal yang nantinya akan kami sampaikan,” katanya.(tribunsorong.com/ismail saleh)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.