Kala Pemilihan Ketua PB NU, Kiai Nasaruddin "Bermalam Minggu" Bersama Sherly Tjoanda di Tumampua
Sakinah Sudin August 30, 2026 10:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKAJENE - Menteri Agama Prof Dr AGH Nasaruddin Umar (67) sekaligus figur Ketua PB Nahdlatul Ulama (NU) menghabiskan "Malam Minggu"-nya di Kampung Tua Tumampua, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (29/8/2026) malam.

Di kabupaten berjarak sejam dari Makassar itu, Nasaruddin menutup resmi Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Nasional 2026.

Pada saat bersamaan, di Jombang, Jawa Timur, empat kiai utama Nahdlatul Ulama (NU) tengah konsolidasi untuk meyakinkan 557 pemilik suara sah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.

Empat Kiai itu antara lain; KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Imam Jazuli, KH Abdul Hakim Mahfudz ( Gus Kikin), serta KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

Sejak Juli 2026 lalu, Menag ke-25 itu digadang-gadang jadi Ketua Tanfidiyah PB NU.

Namun, di arena muktamar, Guru besar tasawwuf UIN Alauddin Makassar itu, meminta maaf, mundur dari kontestasi.

"Maka yang terbaik buat saya, dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan, lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," kata Nasaruddin kepada wartawan Kamis (26/8/2026), usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto (72) di Jombang.

Nasaruddin terbang dari Jakarta, Sabtu (29/8/2026) sore, dan langsung ke Pangkep.

Setiba di Pangkajene, seusai Magriban, Menag langsung menikmati sajian kuliner pallu cella, udang windu, dan ikan bandeng bakar di rumah jabatan Bupati Pangkep, sekitar 500 m dari Venue closing ceremony MTQ KORPRI.

Di kabupaten berjarak 47 km utara Kota Makassar itu, Gurutta Nasaruddin didampingi istri, Dr Hj Helmi Halimatul Udhmah, MSi (57).

Juga dua kepala daerah wanita; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos (44), Wakil Gubernur Sulsel Hj Fatmawati Rusdi (46).

Sherly hadir di acara itu, dalam kapasitas sebagai kepala daerah provinsi yang menerima pataka tuan rumah MTQ KORPRI IX, di Kota Ternate, Maluku Utara, September 2028 mendatang.

Pataka hajatan nasional dua tahunan itu diterima Sherly dari Ketua Umum DPN KORPRI Prof Dr H Zudan Arif Fakhrulloh (57).

Hadir juga dan duduk sederet dengan Menteri Agama antara lain Ketua DP KORPRI Sulsel Dr Jufri Rahman (59), serta duo tuan rumah MTQ KORPRI; Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (51) dan Bupati Pangkep M Yusran Lalogau (34), dan Kepala Kemenag Sulsel M Ali Yafid.

Sepanjang acara penutupan MTQ, Menag lebih banyak diam dan mengikuti dengan khusu' 3,1 jam rangkaian acara.

Lima hari sebelumnya, Senin (24/8/2026) malam, Menag juga menghadiri opening ceremony MTQ paguyuban dengan anggota 4,6 jura aparatur sipil negara itu.

Sesekali terlihat dia merespon bincang ringan dari wagub Sulsel, dan bisikan dari Ketua Umum DP KORPRI.

Menag menutup acara dengan seremony closing page Mushaf Alquran Raksasa di panggung acara.

Klaim Restu Presiden

Sekitar sebulan sebelum kabar Menag ikut kontestasi Ketua Tanfidiyah PB NU, saat seremoni peletakan batu pertama konstruksi Gerbang Moderasi Indonesia di Kompleks BTP Blok AC, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, Kamis (9/7/2026) lalu.

Di sela-sela acara itu, kepada sejumlah wartawan, menag mengungkap dirinya sudah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto, untuk bersaing dengan ulama Nahdliyyin asal Jawa.

BAhkan sehari sebelum pembukaan muktamar, di Surabaya, saat masih baru tiba dari Makassar, Nasruddin Umar, dikabarkan mundur dari jabatan menteri agama, untuk maju sebagai pengganti Gus Yahya, periode 2026-2030.

Muktamar ke-35 NU berlangsung  pada 27-30 Agustus 2026.

Agenda pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung  Sabtu (29/08/2026) malam.

Hari ketiga pelaksanaan Muktamar, Sabtu (29/8/2026, memasuki agenda utama dan strategis.

Sidang Pleno V dan Pemilihan Pimpinan NU

Memasuki malam hari, agenda Muktamar berlanjut dengan Sidang Pleno V pada pukul 19.30 hingga 23.30 WIB.

Sidang ini menjadi salah satu tahapan paling penting dalam Muktamar Ke-35 NU.

Agenda yang dijadwalkan meliputi demisioner Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, serta sidang tertutup anggota AHWA.

Sidang berlangsung di Ruang Pleno Halaman GSG. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.