Undur Pamit di Depan Gurutta Menag, Prof Zudan sebagai Ketua Korpri dan Dr Jufri Rahman di Sekprov
Sakinah Sudin August 30, 2026 10:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKAJENE - Dua Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) beda jenjang; Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh (58) dan Dr M Jufri Rahman (59), undur pamit dari jabatan di depan Menteri Agama AGH Prof Dr Nasaruddin Umar MA (67).

AGH adalah singkatan dari Anre Gurutta Haji, sapaan khas untuk kiai di Sulsel.

Di kepengurusan pusat KORPRI periode 2024-2027, Gurutta Menag menjabat sebagai Dewan Pakar nasional.

Closing Ceremony MTQ VIII Nasional KORPRI 2026 di Tumampua, Pangkajene, Pangkep, Sulsel, Sabtu (29/8/2026) malam, jadi momen Zudan dan Jufri menyampaikan salam perpisahan itu.

Zudan pamit sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional.

"Semoga MTQ ke-9 di Ternate 2028, nanti, Bu Gubernur Sherly masih mau mengundang saya datang, meski tak lagi jadi ketum," ujar Zudan yang jadi Ketum ke-11 dan 12 sejak KORPRI berdiri 1952 silam.

Sedangkan Jufri sebagai ex officio Ketua KORPRI Provinsi Sulsel dan sekaligus Sekretaris Provinsi Sulsel, 19 September 2026 mendatang.

"Saya bersyukur karena menjelang purna bakti saya sebagai ketua KORPRI provinsi Sulsel berhasil
Mengantar KORPRI sulsel sebagai juara umum II MTQ KORPRI nasional VIII tahun 2026," kata Jufri kepada Tribun-Timur.com, usai seremoni penyerahan Tropi Juara.

Jufri memanggul amanat sekprov defenitif Sulsel, 6 Agustus 2024 lalu.

Kebetulan SK pengukuhan Jufri saat itu diserahkan saat Prof Zudan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel (2023-2024).

Zudan Arif Fakrulloh, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, mengungkap ‘takdir Jufri” saat pidato pelantikan.

Dia menggunakan kata “proses panjang pelantikan Jufri Rahman mulai sejak pencopotan Abdul Hayat Gani yang sebelumnya menjabat Sekda Sulsel.”

"Kalau saya boleh kilas balik, acara tadi pelantikan hanya 3-4 menit. Menunggunya 22 bulan. Sekda kita kosong 22 bulan dan atas kebesaran hati Pak Abdul Hayat, diskusi panjang dengan saya," kata Zudan dalam pidatonya saat mengukuhkan Jufri jadi Sekda Defenitif Sulsel, 6 Agustus 2024 lalu.

Jufri Rahman sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan setelah dilantik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Pengangkatan mantan kepala Bappeda Pemprov Sulsel ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/TPA Tahun 2024, tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Jakarta dan ditandatangani pada 6 Agustus 2024.

Sejak saat itu pulalah, Jufri Rahman jadi Ketua KORPRI Sulsel.

Dan jabatan itu, nanti akan diserahkan ke penggantinya, yang kini tengah berproses di kemendagri

Dalam AD/ART KORPRI, jabatan ketua di level provinsi, kabupaten, unit kemwnterian lembaga, dan BUMN secara ex officio dijabat sekretaris di unit itu, seperti sekprov, sekda atau sekwan di DPRD.

Pamitan Kedua Zudan

Bukan dalam jabatan fungsionalnya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI di Jakarta, Zudan mundur sebagai ketua umum KORPRI periode (2023-2027).

"Ini MTQ KORPRI terakhir saya, setelah 7 MTQ dan 12 tahun jabat ketua umum KORPRI," kata Prof Zudan di panggung selatan Lapangan Citra Mas, Pangkajene.

Ini pamitan kedua Zudan.

Di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (24/8/2026) lalu, pada pidato resmi seremoni pembukaan MTQ, mantan Pj Gubernur Sulsel (2023-2024) ini, juga sudah pamit lisan.

"Ini MTQ Wada' (terakhir) saya. Semoga KORPRI nanti dipimpin generasi yang lebih muda dan juga cinta Quran," kata pria kelahiran Jogyakarta, 1969 ini.

Zudan dilantik jadi ketua umum KORPRI 2015, saat menjabat Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.

Zudan jadi pejabat setingkat dirjen pertama yang dapat mandat paguyuban 4,6 juta ASN dan PPPK se-Indonesia ini.

Tiga pendahulunya di KORPRI, Feisal Tamin (1998–2004), Progo Nurdjaman (2004–2009) dan

Diah Anggraeni (2009–2015) secara ex-officio adalah Sekretaris Jenderal Kemendagri.

Bahkan lima pendahulunya di era Orde Baru, Ketum KORPRI secara ex officio dijabat menteri dalam negeri.

"Pak Zudan itu beruntung sebab, infonya Mendagri yang dari PDIP ingin KORPRI netral di politik, makanya

Sekjen keMendagri saat itu Dr. Yuswandi Arsyad Temenggung, M.A., Ph.D, tak otomatis jadi Ketum KORPRI seperti sebelum-sebelumnya," ujar seorang pejabat teras di BKN.

Zudan sendiri mengaku hormat dan mengagumi Gurutta Menag, Nasaruddin Umar, dan menyebutnya sebagai abdi negara dan anggota KORPRI sejati.

"Beliau itu ASN sejati. Mulai dari nol, kemudian meraih gelar doktor, menjadi dosen, sampai akhirnya menjadi menteri. Ini yang harus kita contoh bagi semua ASN," kata Zudan dalam sambutannya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.