TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi magnitudo 3,7 yang terjadi di Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur turut dirasakan getarannya oleh warga sekitar.
Hal tersebut berdasarkan laporan pumutakhiran data dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyebut, gempa yang terjadi pada pukul 08:23:19 WIB ini dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II di Kabupaten Manggarai.
Skala getaran gempa tersebut dirasakan oleh beberapa orang yang sedang diam, terutama di dalam rumah atau gedung bertingkat, dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Titik koordinat gempa bumi terletak pada 8.31 Lintang Selatan, 120.54 Bujur Timur.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 35 kilometer arah utara Ruteng.
Sementara kedalaman gempa cukup dangkal, yakni hanya 3 kilometer di bawah permukaan bumi.
Diketahui, Provinsi Nusa Tenggara Timur beribukota Kupang. Berjarak sekitar 2.661 kilometer dari Manado Sulawesi Utara.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini