Senam Massal IGRA Gempol, Ketua DPRD Pasuruan Tekankan Pentingnya Kebersamaan dalam Pendidikan Anak
Luky Setiyawan August 30, 2026 10:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Lapangan Gempol dipenuhi siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA), orang tua dan guru dalam kegiatan senam massal yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Gempol, Sabtu (29/8/2026) sore.

Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan antara anak, orang tua dan guru sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang menyenangkan bagi anak usia dini.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat memberikan apresiasi kepada IGRA Kecamatan Gempol atas terselenggaranya senam massal tersebut.

Menurut Samsul, aktivitas bersama seperti ini memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebugaran. 

Baca juga: Diduga Curi Buah Mangga, Dua Orang Tak Berdaya usai Ditangkap Warga di Bangil Pasuruan

Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk bergerak, bermain, bersosialisasi dan bergembira bersama orang-orang terdekat di lingkungan pendidikan mereka.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada IGRA Kecamatan Gempol yang telah menyelenggarakan kegiatan senam massal dengan melibatkan seluruh siswa-siswi RA, orang tua murid serta dewan guru,” ujarnya.

Ia menilai pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya berlangsung di dalam ruang kelas. 

Anak membutuhkan pengalaman di luar kelas untuk mengenal lingkungan, membangun interaksi sosial dan belajar melalui kegiatan yang menyenangkan.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antara anak, orang tua dan guru,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan semacam ini juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. 

Anak dapat melihat secara langsung contoh kebersamaan dan interaksi positif antara orang tua, guru dan teman-temannya.

Samsul kemudian menyoroti hal menarik dalam kegiatan tersebut, yakni warna-warni pakaian yang dikenakan para peserta. 

Ia melihat keberagaman warna itu sebagai gambaran sederhana tentang bagaimana perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika disatukan.

“Warna boleh berbeda, tetapi ketika disatukan justru menjadi indah,” ungkapnya.

Filosofi tersebut, lanjut Samsul, relevan dengan kehidupan masyarakat. 

Sejak usia dini, anak perlu dikenalkan dengan keberagaman dan dibiasakan untuk menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya.

Menurut dia, tugas orang dewasa adalah membimbing anak agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi bagian dari kehidupan bersama.

“Tugas kita adalah membimbing perbedaan itu menjadi kekuatan, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai, saling melengkapi dan mampu hidup berdampingan,” jelasnya.

Ia juga memaknai keberagaman peserta dalam kegiatan tersebut sebagai gambaran bahwa Gempol merupakan rumah bersama. 

Didalamnya terdapat guru, orang tua dan anak-anak dari berbagai latar belakang keluarga yang berkumpul dalam satu kegiatan.

“Warna-warni ini juga menggambarkan bahwa Gempol adalah rumah bersama. Ada guru, ada orang tua, ada anak-anak, ada berbagai latar belakang keluarga. Semuanya bersatu dalam satu tujuan, yaitu memberikan masa depan terbaik bagi generasi penerus Kabupaten Pasuruan,” tuturnya.

Samsul berharap, kegiatan yang melibatkan anak, orang tua dan guru seperti senam massal dapat terus dilakukan. 

Selain memberikan ruang bagi anak untuk aktif bergerak, kegiatan bersama juga dapat memperkuat komunikasi dan hubungan antara keluarga dengan lingkungan pendidikan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak memisahkan pendidikan dengan pembentukan karakter. 

Keduanya perlu berjalan beriringan sejak anak masih berada pada usia dini.

“Mari kita bergerak bersama, sehat bersama, dan mendidik anak-anak kita bersama. Karena masa depan Kabupaten Pasuruan dimulai dari anak-anak hari ini,” pungkasnya.

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.