PWNU Riau Sepakat Perubahan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Dipilih Rois Aam Terpilih
Sesri August 30, 2026 11:18 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau bersama mayoritas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Riau mendukung perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua PWNU Riau KH Abdul Khalim Mahali mengatakan, usulan perubahan mekanisme tersebut telah selesai dibahas dan diputuskan melalui voting secara tertutup dalam forum Muktamar NU.

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU pada muktamar kali ini dibandingkan muktamar sebelumnya.

"Yang membedakan dengan muktamar-muktamar sebelumnya adalah pada muktamar ini Ketua Umum PBNU tidak lagi dipilih secara langsung oleh ketua PWNU atau PCNU Kabupaten Kota seperti yang sebelumnya," ujar KH Abdul Khalim Mahali.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme baru tersebut, PWNU dan PCNU se-Indonesia mengusulkan lima nama calon Ketua Umum PBNU kepada forum Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

AHWA tersebut terdiri dari sembilan orang. Selanjutnya, bersama Rais Aam terpilih, AHWA akan melakukan seleksi terhadap nama-nama yang telah diusulkan PWNU dan PCNU.

Baca juga: Kemana Kapal PWNU Riau Berlabuh? Teka-teki Dukungan di Muktamar NU

"Ketua Umum PBNU diusulkan lima nama, misalnya calon ketua lima diusulkan PWNU dan PCNU Kabupaten Kota, diusulkan kepada forum namanya AHWA. AHWA terdiri dari sembilan orang," jelasnya.

Dikatakan Khalim, PWNU dan mayoritas PCNU di Riau turut mendukung perubahan tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU tersebut.

"Kita bersama 401 suara PWNU dan PCNU se-Indonesia mendukung supaya pemilihan PBNU dilakukan oleh Rais Aam terpilih," katanya.

Menurutnya, dukungan terhadap mekanisme baru tersebut salah satunya didasari keinginan untuk menjaga stabilitas organisasi NU dalam lima tahun ke depan.

"Kita perlu menjaga stabilitas untuk lima tahun ke depan sehingga NU, PBNU berjalan dengan adem," ujarnya.

Khalim juga berharap Ketua Umum PBNU yang nantinya terpilih dapat segera melakukan konsolidasi internal secara masif. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kembali persatuan seluruh elemen NU.

"Ketua Umum PBNU terpilih hendaknya juga melakukan, siapapun itu, melakukan konsolidasi internal secara masif, kemudian bukan menginisiasi konflik, tapi melakukan konsolidasi," tegasnya.

Ia berharap dinamika dan konflik internal yang pernah terjadi sebelumnya dapat diredam sehingga seluruh kader dan warga NU dapat kembali bersatu.

"Melakukan konsolidasi, mengakurkan, mendamaikan kembali seluruh elemen yang ada di Nahdlatul Ulama supaya dinamika-dinamika yang kemarin pernah terjadi, konflik itu benar-benar redam," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Khalim, kepengurusan PBNU ke depan dapat lebih fokus menjalankan program organisasi, memperkuat persaudaraan dan menghadirkan suasana yang damai bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.

"Lima tahun ini memang fokus kita selain yang lain-lainnya adalah melakukan konsolidasi secara besar-besaran agar terwujud kedamaian dan ketenangan serta persaudaraan yang betul-betul erat dan menyatu sesama warga Nahdliyin,"jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.