Tukang Cuci Sepatu di Palu Jadi Korban Peluru Nyasar, Ternyata dari Polisi Duel dengan Jukir
Khistian Tauqid August 30, 2026 11:25 AM

TRIBUNBATAM.id - Insiden penembakan yang melibatkan anggota Bidpropam Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA, di depan Alfamidi Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu, memakan korban peluru nyasar. 

Muhammad Affandi (26), seorang tukang cuci sepatu yang berada tak jauh dari lokasi, menjadi korban dalam insiden yang awalnya menyasar seorang juru parkir berinisial DD pada Kamis (27/8/2026) malam.

Affandi, warga Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako yang sehari-hari membuka jasa perawatan sepatu di sekitar Jalan Tombolotutu, tertembak di bagian leher kanan saat sedang menjaga lapaknya.

Kakak korban, Idham, menjelaskan bahwa adiknya sedang sendirian menjaga lapak sembari bermain ponsel sehingga tidak menyadari keributan di sekitarnya. 

Affandi baru menaruh perhatian setelah mendengar suara ledakan keras menyerupai ban meletus sebanyak tiga kali.

Saat mengintip untuk melihat situasi, Affandi mendapati seseorang memegang senjata api dan langsung berusaha merunduk untuk menyelamatkan diri.

“Begitu dia ngintip, dia lihat memang ada pistol. Dia lihat pistol, akhirnya dia merunduk. Begitu merunduk, ada beberapa kali tembakan,” kata Idham saat ditemui di Rumah Sakit Dr. Sindhu Trisno, Jumat (28/8/2026) malam.

Sesaat setelah rentetan tembakan mereda, Affandi merasakan sensasi hangat di tubuhnya. 

Ia kemudian memeriksa bagian pundak dan menyadari area tersebut sudah bersimbah darah.

“Setelah beberapa kali tembakan selesai, dia mulai sadar tubuhnya terasa hangat. Akhirnya dia coba pegang pundaknya, ternyata ada darah,” ujar Idham.

Dalam kondisi panik, Affandi berjalan sendiri mencari bantuan menuju apotek terdekat di Jalan Tombolotutu. 

Pegawai apotek yang melihat luka korban segera membawanya ke Rumah Sakit Tentara Dr. Sindhu Trisno di Jalan Sisingamangaraja sekitar pukul 21.30 WITA. 

Korban lalu menghubungi pihak keluarga untuk mengabarkan kondisinya.

“Dia masih sadar sampai dibawa ke rumah sakit,” kata Idham.

Baca juga: Detik-detik Polisi Tembak Jukir di Kota Palu, Jari Manis Aipda AA Putus Kena Tebasan

Kondisi Korban Pascaoperasi

Affandi harus menjalani prosedur penanganan medis untuk mengangkat proyektil peluru yang masuk dari bagian bawah leher sebelah kanan. 

Operasi berlangsung selama dua jam dan selesai sekitar pukul 16.00 WITA pada Jumat (28/8/2026).

Saat ini, korban dirawat di Ruang Satria Balia, Kamar C, RS Dr. Sindhu Trisno. 

Meski kondisinya relatif stabil, korban masih merasakan nyeri serta kedinginan yang diduga akibat efek anestesi.

“Alhamdulillah baik. Cuma memang sejak kejadian itu masih nyeri. Setelah diangkat, kedinginan aja karena mungkin efek anestesi,” ujar Idham.

Pertanggungjawaban dan Biaya Perawatan

Pihak keluarga kini berfokus pada proses pemulihan korban dan berharap ada penanganan serius serta kejelasan pertanggungjawaban dari pihak terkait. 

Terkait biaya pengobatan, keluarga masih menunggu kepastian apakah akan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan atau skema pembiayaan lainnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismailbobby menyatakan bahwa pihak kepolisian kemungkinan besar akan menanggung seluruh biaya perawatan korban penembakan tersebut.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.