TRIBUNTRENDS.COM - Wacana mengenai pasangan yang akan bertarung dalam Pemilu 2029 mulai bermunculan. Salah satunya datang dari pengacara Farhat Abbas yang mengusulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Usulan tersebut disampaikan Farhat Abbas dalam sebuah forum yang turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan publik.
Dalam forum yang sama, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi juga sempat menyinggung mengenai potensi Pemilu 2029.
Dalam video yang beredar, Farhat Abbas menyampaikan gagasan untuk memasangkan Gibran Rakabuming Raka dengan Dedi Mulyadi sebagai pasangan pada Pemilu 2029.
Usulan tersebut disampaikan di hadapan Joko Widodo. Pernyataan Farhat kemudian mendapat perhatian karena muncul dalam forum yang juga membahas dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Wacana Gibran-Dedi Mulyadi tersebut pun memunculkan berbagai tanggapan, termasuk dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
Baca juga: Pandji Ungkap 3 Masalah Utama di Indonesia, Kelemahan Prabowo-Gibran Bikin Rumit: Ngobok-obok Hukum
Said Didu menyoroti pernyataan Farhat Abbas dan Budi Arie melalui akun Twitter/X miliknya pada Kamis, 27 Agustus. Dalam unggahannya, Said Didu menilai kemunculan wacana tersebut mengindikasikan adanya sesuatu yang tengah dipersiapkan.
Ia kemudian menyebut istilah “poros SSB”, yang disebutnya merupakan singkatan dari Singapura, Solo, dan Bandung.
“Melalui cuitannya di Twitter pada Kamis 27 Agustus, Said Didu menilai ada sesuatu yang sedang dipersiapkan,” demikian narasi dalam video tersebut.
Selain itu, Said Didu disebut mengaitkan poros tersebut dengan tiga wilayah, yakni Singapura, Solo, dan Bandung.
“Selain itu, Saidido menyebut ada poros SSB yakni Singapura, Solo, dan Bandung,” demikian keterangan dalam video.
Pernyataan Farhat Abbas dan Budi Arie tersebut muncul ketika pembicaraan mengenai Pemilu 2029 mulai menjadi perhatian.
Gibran Rakabuming Raka saat ini merupakan Wakil Presiden RI, sedangkan Dedi Mulyadi merupakan Gubernur Jawa Barat. Keduanya kemudian disebut dalam satu wacana pasangan untuk kontestasi politik 2029.
Namun, berdasarkan materi video yang disampaikan, belum terdapat pernyataan resmi dari Gibran maupun Dedi Mulyadi mengenai usulan tersebut. Begitu pula istilah “poros SSB” yang disampaikan Said Didu merupakan penilaian atau istilah yang muncul dalam unggahannya dan belum dapat dipastikan sebagai koalisi politik resmi.
Karena itu, wacana mengenai pasangan Gibran-Dedi Mulyadi untuk Pemilu 2029 sejauh ini perlu dilihat sebagai usulan atau wacana politik, bukan keputusan resmi mengenai pasangan calon. Kemunculan pernyataan tersebut tetap menarik perhatian karena disampaikan dalam forum yang dihadiri sejumlah tokoh politik dan Joko Widodo, sehingga kembali memunculkan pembicaraan mengenai peta politik menuju Pemilu 2029.
(TribunTrends)