TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 30 Agustinus 2026.
Untuk menuju ke Kapuas Hulu dari Pontianak secara keseluruhan adalah sekitar 650 hingga 700 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 sampai 15 jam.
Melalui jalur udara dari Bandara Supadio Pontianak ke Bandara Pangsuma Kapuas Hulu hanya berkisar 30-40 menitan.
Dampak dari kabut asap tersebut, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, melalui Dinas Pendidikan, telah mengeluarkan surat edaran, untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah.
Proses belajar mengajar cukup di rumah, yang mana guru memberikan tugas kepada anak didiknya, untuk dikerjakan di rumah.
Selain itu juga, para siswa harus menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah, dan tegap menggunakan masker apabila ke luar rumah.
Baca juga: Baru Tiba dari Pontianak, Wabup Kayong Utara Sempatkan Buka Turnamen Gaplek di Desa Sutera
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu meningkat mencapai 7.165 orang penderita.
Angka kasus penderita ISPA ini tercatat sejak bulan Januari hingga Juli 2026, yaitu, Balita ada sebanyak 1.754 orang, anak 945 orang, remaja 765 orang, dewasa 2.837 orang, dan lansia 864 orang.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes PP KB Kabupaten Kapuas Hulu, Benidiktus Aphau menyampaikan, peningkatan penderita ISPA diakibatkan dampak dari kabut asap, akibat Karhutla di musim kering atau kemarau.
"Dalam hal ini kami sudah memberikan himbauan kepada masyarakat, agar sama-sama mencegah secara mandiri," ujarnya kepada Tribun Pontianak.
Sedangkan gejalanya ISPA seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat, sementara pencegahan ISPA yaitu, pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, cukupi minum air putih, istirahat cukup, terapkan etika batuk, dan mencuci tangan pakai sabun.
Kepala Dinkes PP KB Kapuas Hulu, Sudarso, menambahkan mengimbau kepada seluruh masyarakatnya, saat musim kemarau dan kering seperti ini, agar terus meningkatkan kesehatan.
"Minum air putih secukupnya, pakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan atau rumah, hindari beraktivitas fisik tempat panas, dan istirahat yang cukup," ungkapnya.
Kepala Disdikbud Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyampaikan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran ke sekolah, untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah.
"Kita sudah meminta proses belajar mengajar cukup di rumah, mengingatkan kualitas udara di wilayah Kapuas Hulu sudah tidak sehat, akibat kabut asap dampak Karhutla," ujarnya.
Petrus juga mengimbau kepada seluruh pelajar di Kapuas Hulu, agar tetap selalu menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker apabila ke luar rumah.
"Belajar mengajar di sekolah kembali dilaksanakan setelah kondisi kualitas udara sehat dan normal seperti biasanya," ungkapnya.
Benidiktus Aphau, S.K.M. sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu.
Pelantikannya dilaksanakan oleh Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H, tanggal 23 Januari 2026.
Tugas dan Kegiatan Utama
Pimpin Bidang P3 dalam mengoordinasikan program pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
Terlibat aktif dalam program strategis seperti penanganan Tuberkulosis (TB) menuju target Eliminasi TB Nasional 2030.
Lakukan pemantauan layanan kesehatan langsung bagi masyarakat, termasuk kegiatan cek kesehatan gratis dan pelayanan di wilayah perbatasan.