Saat Wali Kota Yogyakarta Ikut Turun Langsung Cek Kesehatan Warga di Festival Mustika Rasa
Muhammad Fatoni August 30, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di sela gelaran Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Minggu (30/8/2026).

​Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga Kota Yogyakarta mendapatkan jangkauan pelayanan kesehatan prima serta deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular (PTM).

​Di sela kegiatan pemeriksaan, Hasto menegaskan, selain fasilitas screening, Pemkot Yogyakarta sekaligus menyiapkan intervensi medis berupa penanganan dan pemberian obat-obatan secara gratis di lokasi.

Melalui giat CKG ini, pihaknya mendorong perubahan kultur masyarakat agar terbiasa melakukan pencegahan atau preventif, tanpa harus menunggu timbulnya gejala sakit.

​"Juga kita sediakan obatnya, ya. Jadi, kalau (tekanan darah) tinggi, kita sediakan obatnya gratis. Kalau kolesterolnya tinggi, ada juga obatnya gratis. Kemudian kalau asam uratnya tinggi, sudah kita sediakan semua, ya," ujar Hasto, di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Minggu (30/8/2026).

Politisi PDI Perjuangan inipun mengapresiasi kesadaran dan antusiasme warga yang berbondong-bondong memeriksakan diri sejak pagi hari selepas berjalan, bersepeda, atau berlari santai.

Menurut pejabat berlatar belakang dokter kandungan itu, partisipasi aktif dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan penyakit kronis sejak dini.

​"Alhamdulillah banyak sekali yang memeriksakan diri, banyak yang periksa. Ya, ada sekitar 800 orang lebih bisa kita layani hari ini," lanjut mantan Kepala BKKBN RI tersebut.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Vaksinasi Gratis untuk Hewan Peliharaan, Ini Syarat Pendaftarannya

Langkah Taktis

​Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan, kehadiran layanan CKG di tengah event seperti Festival Mustika Rasa merupakan langkah taktis untuk mempercepat ketercapaian target pemeriksaan.

​Lana menuturkan, CKG merupakan program strategis pemerintah pusat agar seluruh warga mendapatkan akses screening minimal satu kali dalam setahun. 

​"Tapi, Pemkot Yogyakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota Hasto Wardoyo bahkan melakukan CKG bagi penduduk lanjut usia empat kali dalam setahun. Dengan hadir di event-event seperti ini, kami bermitra membuka CKG, supaya bisa mempercepat pemeriksaan untuk semua warga," terangnya.

​Lana memaparkan, alur pemeriksaan CKG di lokasi dimulai dari pengecekan antropometri seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga lingkar perut guna mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai deteksi risiko obesitas.

​Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah serta pengujian laboratorium sederhana mencakup gula darah, kolesterol, dan asam urat. 

Setelahnya, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, masyarakat pun bisa langsung berkonsultasi mengenai kondisinya dengan tenaga kesehatan.

​Sesuai petunjuk teknis (juknis) terbaru, jika ditemukan indikator kesehatan yang tidak normal, pasien tidak hanya diberi edukasi melainkan langsung dipandu menuju meja farmasi untuk penanganan obat.

​"Kalau misalnya hasilnya bagus, sudah bisa pulang dan kita akan masukkan di catatan pelaporan. Tapi kalau ternyata dari indikator laboratorium ini tadi ada yang hasilnya tinggi, dari dokter nanti akan ke farmasi langsung tatalaksana pemberian obat," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.