Palembang Masih Diselimuti Asap, CFD Ditiadakan, Warga Tetap Nekat Olahraga Pagi
Fadhila Rahma August 30, 2026 01:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang mulai berkurang dibandingkan pekan sebelumnya.

Meski demikian, sisa asap masih terlihat di sejumlah kawasan Palembang pada Minggu (20/8/2025) pagi.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas olahraga warga tetap berlangsung.

Sementara kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang diinformasikan ditiadakan pada Minggu ini.

Pantauan Sripoku.com, sejumlah warga tetap memanfaatkan pagi hari untuk berolahraga meski sebagian di antaranya mengenakan masker.

Aktivitas olahraga terlihat di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Jembatan Ampera, Jalan Sudirman, Kambang Iwak hingga kawasan Jalan Gubernur Bastari, tepatnya di Jakabaring Sport City (JSC).

Warga tampak mengenakan pakaian olahraga.

Ada yang berlari kecil bersama keluarga, berjalan kaki, hingga mengayuh sepeda sembari menikmati suasana pagi Kota Palembang.

"Alhamdulillah kabut asap hingga Minggu ini sudah berkurang, meski tak seperti Minggu kemarin," kata Amin (49), warga Pakjo.

Meski kondisi kabut asap mulai membaik, Amin berharap pemerintah tetap mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pembakaran lahan yang masih terjadi.

Menurutnya, asap dari pembakaran lahan tidak hanya berdampak terhadap pelaku, tetapi juga masyarakat luas.

"Hal ini tentunya harus ditindaklanjuti oleh pemerintah Kota Palembang. Masih banyak pembakaran lahan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Ia berharap pelaku pembakaran lahan dapat ditindak apabila terbukti melakukan pembakaran.

Amin juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, masih ada cara lain yang dapat digunakan untuk membuka lahan tanpa menimbulkan kabut asap.

"Harus ditangkap, Pak. Membuka lahan bukan dengan cara dibakar, tetapi dengan cara dipotong atau ditebas menggunakan mesin. Karena jika dibakar berdampak pada semua warga Sumsel," ujarnya.

Ia juga mengkhawatirkan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah.

"Belum lagi bisa menimbulkan penyakit ISPA. Kasihan anak-anak yang bersekolah, menghirup udara tak segar bercampur asap pembakaran. Nah, ini harus dipikirkan," katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Hartini (45), berharap kabut asap tidak lagi menyelimuti Palembang pada pekan depan.

Ia ingin masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa terganggu asap.

"Kami warga Palembang berharap kabut asap ini tidak menghantui warga Palembang lagi, jadi bisa beraktivitas seperti biasanya," harapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.