Tahapan Pemulihan Desa Sade: Stabilisasi Kondisi, Keberlangsungan Ekonomi, Pembangunan Kembali
Wahyu Widiyantoro August 30, 2026 02:05 PM

TRIBUNLOMBOK.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong perlunya skema bantuan khusus untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Desa Adat Sade pascakebakaran.

Atalia menjelaskan bahwa proses pemulihan Desa Adat Sade telah dibagi ke dalam tiga fase secara bertahap. 

Fase pertama difokuskan pada aspek keselamatan dan stabilisasi kondisi warga terdampak. 

Fase kedua diarahkan pada pemulihan kehidupan masyarakat, sementara fase ketiga menyasar pembangunan kembali kawasan yang terdampak kebakaran.

Meski demikian, Legislator Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa proses pemulihan tidak boleh hanya berorientasi pada aspek pembangunan fisik semata. 

Menurutnya, keberlangsungan ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian utama, mengingat Desa Adat Sade merupakan kawasan wisata yang menjadi sumber penghasilan utama warga setempat.

"Karena ini adalah daerah wisata, tentu penghasilan mereka itu dari sini. Ketika proses pemulihannya perlu waktu cukup lama, perlu dipikirkan bagaimana mereka yang tinggal di sini bisa memastikan kehidupannya kembali lebih cepat normal," kata Atalia saat meninjau langsung kondisi terkini Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Jumat (28/8/2026).

Baca juga: Pemerintah Targetkan Rekonstruksi Desa Adat Sade Dimulai 3 September

Rantai Ekonomi Pengrajin Terhenti

Atalia menyoroti secara khusus dampak kebakaran terhadap puluhan pelaku usaha di kawasan tersebut, termasuk sekitar 69 unit art shop atau toko seni yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan kerajinan khas Lombok. 

Ia menjelaskan bahwa terhentinya aktivitas ekonomi di kawasan wisata ini tidak hanya berdampak pada pemilik usaha secara langsung, tetapi juga memutus rantai ekonomi masyarakat di sekitarnya, termasuk para pengrajin yang selama ini memasok produk ke toko-toko tersebut.

"Rantai ekonominya berhenti ketika ini terjadi. Itu berefek pada daerah sekitar, termasuk para pengrajin," ujarnya.

Skema Bantuan Khusus Pemulihan Ekonomi

Atalia mendorong agar pemerintah merancang skema bantuan yang secara spesifik dapat mempercepat pemulihan ekonomi keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas usaha di kawasan Desa Adat Sade. 

Skema ini diharapkan dapat membantu warga kembali memperoleh penghasilan dan menjalankan aktivitas ekonomi sesegera mungkin, tanpa harus menunggu tuntasnya seluruh proses pembangunan fisik yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Dengan adanya skema bantuan yang tepat sasaran, warga yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata dan kerajinan diharapkan tidak mengalami kekosongan pendapatan dalam jangka waktu lama selama masa pemulihan berlangsung.

Penguatan Anggaran Pemulihan

Atalia mendorong penguatan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meningkatkan kapasitas mitigasi, penanganan, dan pemulihan bencana secara nasional. 

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai menjadi kunci agar pemerintah dapat merespons berbagai bencana secara optimal, termasuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak seperti yang terjadi di Desa Adat Sade.

"Dari sisi anggaran, kita perlu dukung agar terkait dengan anggaran bagi BNPB bisa dipastikan bertambah untuk waktu berikutnya," ujar Atalia.

Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah bergerak menangani dampak kebakaran, termasuk penyusunan agenda pemulihan yang telah disusun secara bertahap dan terstruktur.

Pemulihan Sektor Pendidikan Anak

Atalia mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTB terhadap anak-anak yang terdampak bencana kebakaran. 

Ia berharap proses pemulihan di sektor pendidikan dapat segera dipercepat, agar anak-anak yang terdampak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tanpa mengalami keterlambatan yang berkepanjangan.

"Terima kasih atas perhatian Pemprov NTB bagi anak-anak. Mudah-mudahan nanti juga dipercepat proses untuk kembali ke sekolah," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.