Pelajar Korban Kericuhan di Pejompongan Ternyata Seorang Hafiz Al-Qur'an dan Qori Berprestasi
Hironimus Rama August 30, 2026 02:39 PM

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA — Kondisi memprihatinkan masih harus dijalani oleh Faturrohman (18) atau yang akrab disapa Fatur.

Pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam lalu, hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Hingga Minggu (30/8/2026), Fatur belum diperbolehkan pulang oleh tim medis karena sekujur tubuhnya masih dipenuhi luka lebam akibat dugaan penganiayaan di tengah kericuhan.

Baca juga: Pramono Tawarkan Pekerjaan untuk Anak Korban Kericuhan Pejompongan: Yang Penting Mau Kerja Kan?

Guru sekolah Fatur, Ahmad Fahmi, yang setia mendampingi korban bersama kedua orang tuanya—Rina dan Deni—di rumah sakit, menegaskan bahwa muridnya tersebut bukanlah bagian dari massa perusuh.

Fatur merupakan warga setempat yang kebetulan berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

"Masih menjalani perawatan di RSUD Tarakan. Ini saya masih bersama Fatur, saat ini bersama kedua orangtuanya Fatur, yakni Bu Rina dan Bapak Deni," ujar Fahmi dikutip dari Wartakotalive.com, Minggu (30/8/2026).

"Ya, saya rasa ginilah, itu kan anak-anak kita juga ya. Bayangin kita di rumah punya anak, dia masih kelas 12, umurnya baru 18 kan. Bayangin anak kita sendiri, itu berapa orang tidak dikenal yang mukul kayak gitu. Kan enggak merusak fasilitas umum, ini ada rumahnya di sini. Bukan dia orang dari luar tiba-tiba ada di sini," sambungnya.

Fahmi mengungkapkan rasa prihatinnya dan berharap aparat pengamanan di lapangan ke depannya bisa lebih berhati-hati agar insiden salah sasaran atau salah tangkap tidak terulang kembali, terlebih Fatur sempat dibawa ke Polda Metro Jaya dan diminta mengaku sebagai provokator.

"Saya rasa lebih berhati-hati aja ke depannya. Jangan sampai salah tangkap, soalnya bisa jadi nanti anak-anak para petugas itu sendiri, kan kita enggak tahu," ungkapnya.

Anak Saleh: Qori dan Hafiz Al-Qur'an

Di balik musibah kekerasan yang menimpanya, fakta baru mengenai sosok Fatur diungkapkan oleh sang guru.

Fahmi menyebut Fatur adalah pelajar yang dikenal sangat baik, saleh, penurut, serta memiliki segudang prestasi di bidang keagamaan.

Fatur merupakan seorang hafiz Al-Qur'an sekaligus qori yang pernah mengenyam pendidikan di madrasah tsanawiyah (MTs) terintegrasi dengan pondok pesantren. Ia juga kerap mewakili dan menjuarai berbagai perlombaan membaca Al-Qur'an.

"Karena murid saya ini dulu MTs-nya pondok pesantren. Nah, karena di pondok pesantren dia qori, seorang hafiz Qur'an, suaranya bagus, dan dia memang enggak pernah kalau kayak begini ikut-ikutan," kata Fahmi.

"Sering ikut lomba, kemudian juga sering juara. Pokoknya murid saya ini qori, sering ikut lomba," ujarnya.

"Anak saya ini saleh banget, nurut banget. Anak qori, sering juara kalau lagi ikut lomba," tutur Fahmi menambahkan.

Fahmi berpesan agar aspek kemanusiaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, senantiasa dikedepankan dalam menyikapi setiap aksi penyampaian aspirasi maupun pengamanan di lapangan.

"Ini tentang perikemanusiaan aja, pengamalan daripada sila kedua. Masalah menyampaikan aspirasi ya silakan aja, asalkan sesuai dengan peraturannya, yang tertib," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.