Renungan Pemuda Kristen, Efesus 4:17-32, Dibaharui Roh dan Pikiranmu Serta Mengenakan Manusia Baru
Chintya Rantung August 30, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Pemuda kristen.

Dalam isi renungan ini dikhususkan untuk para pemida kristen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Agar hidup sesuai dengan firman Tuhan.

Renungan ini pun bisa digunakan para pemuda dan pemudi sebagai referensi saat memimpin ibadah.

Ataupun dalam pertemuan kelompok kecil pemuda.

Pembacaan alkitab terdapat pada Efesus 4:17-32.

Tema perenungan adalah Dibaharui dalam Roh dan Pikiranmu Serta Mengenakan Manusia Baru.

Khotbah:

Sobat Obor, bacaan kita saat ini berbicara mengenai menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia 
baru.

lni bukan hanya perkara ganti baju. Ganti baju lama dengan baju baru dan selesai, bukan Bukan isntan tapi berproses.

Selain manusia lama Paulus juga menggunakan istilah "hidup dalam Adam" (1 Kor. 15:22), dan dalam surat Galatia "hidup dalam daging" 

Dalam budaya Yahudi, Adam merupakan lambang hidup yang kehilangan intimitas dengan Allah.

"Hidup dalam Adam" berarti hidup yang terpisah dari Allah. Kondisi hidup ini juga disebut dosa dan maut.

Menurut Paulus, dosa dan maut adalah sebuah kekuasaan yang menguasai manusia.

Perhatikan ungkapan "maut telah berkuasa" dan "dosa berkuasa" dalam perikop Roma 5:12-21.

Kekuasaan dosa dan maut itu begitu besar sehingga Paulus mengaku tidak mampu melawannya.

Tulisnya, "sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat" (Roma.7:19, baca seluruh perikop).

Mengapa begitu? Karena Paulus mengaku diri tawanan dosa dan maut, aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku" (ayat 20).

Sering kita menganggap bahwa kita berbuat salah oleh sebab itu kita berdosa.

Akan tetapi, menurut Paulus justru sebaliknya, yaitu kita berdosa oleh sebab itu kita berbuat salah.

Itulah arti metafora "hidup dalam Adam", yaitu kondisi hidup yang terpisah dan terasing dari Allah dan terikat atau 
tertawan oleh dosa serta maut.

Dalam Galatia 5:16-26 ada istilah hidup di dalam daging. "Daging" disini sama sekali bukan berarti tubuh atau badan, seolah-olah urusan atau kebutuhan badan adalah rendah.

Sama sekali bukan itu maksud Paulus. "Daging" disini berarti keseanteroan kondisi hidup.

Oleh sebab itu, Paulus mengkategorikan sifat-sifat non-jasmani seperti "perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah" (GaI 5:20) sebagai sifat-sifat "hidup di dalam daging" 

Kebalikan dari "hidup dalam Adam" dan "hidup dalam daging" yaitu "hidup dalam persekutuan dengan Kristus". 

Ungkapan itu muncul sebanyak 165 kali dalam surat-surat Paulus dan sinonimnya, yaitu "hidup dalam Roh" sebanyak 20 kali.

Hidup di dalam Kristus adalah kondisi hidup yang bercirikan kasih, gembira, damai, tahan derita, murah hati, baik hati, setia, lembut hati dan menguasai diri.

Paulus menekankan bahwa itu bukan prestasi kita melainkan "buah-buah" atau produk Kristus yang diberikan kepada kita (lih Ga1.5:22-26).

Dalam bacaan kita manusia lama menunjuk pada kepahitan, kegeraman, kemarahan, kegaduhan, fitnah dan segala yang jahat sedangkan manusia baru ialah hendaknya kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 

Tema renungan kita saat ini Dibaharui dalam Roh dan pikiranmu serta mengenakan manusia baru.

Ini menunjuk pada Tranformasi dari Menanggalkan manusa lama dan mengenakan manusia baru.

Bukan hanya berkaitan dengan perubahan perilaku tapi yang paling utama perubahan dari dalam diri.

Jika yang di dalam tidak berubah maka apa yang diperlihatkan hanya pencitraan.

Sesuatu yang dibuat-buat untuk mewujudkan atau memperoleh sesuatu dan itu gaya hidup manusia lama.

Dimana bacaan kita menggambarkan kehidupan seperti itu dengan pikirannya yang sia-sia, pengertiannya yang gelap, kekerasan hati. 

Jika dalam diri berubah maka apa yang diwujudkan baik ucapkan dan tindakan sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan ini gaya hidup manusia baru. 

Sobat obor, bacaan ini mengingatkan kita untuk menanggalkan manusia lama, yang masih hidup dalam Adam dan kedagingan dan mengenakan manusia baru yang hidup dalam persekutuan dengan Kristus.

Tranformasi hidup ini terjadi sepanjang umur hidup. Dibaharui dalam Roh dan pikiran serta mengenakan manusia baru bukanlah perkembangan dan tranformasi yang terjadi dadakan melainkan suatu proses metamorfosa/ berubah (Rm 
12:2). Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.