Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sebanyak sekitar 7.280 tabung LPG 3 kilogram saat ini masuk ke Kabupaten Rejang Lebong setiap hari.
Pasokan tersebut berasal dari seluruh agen penyalur dengan jumlah mencapai sekitar 13 truk per hari.
Meski pasokan harian sejauh ini masih berjalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menilai jumlah tersebut masih perlu ditambah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemkab Rejang Lebong pun telah mengusulkan penambahan kuota LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram kepada Pertamina.
Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram, terutama ketika terjadi kenaikan permintaan pada momen tertentu.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Rejang Lebong, Anes Rahman, mengatakan penambahan kuota diperlukan untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat.
"Jadi kita melakukan pengusulan agar kouta LPG bisa bertambah," sampai Anes kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (30/8/2026).
Kepastian Kuota Diperkirakan November
Anes mengatakan, Pemkab Rejang Lebong telah menyampaikan usulan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada Pertamina.
Usulan tersebut diharapkan dapat disetujui sehingga tambahan pasokan dapat diberikan untuk Kabupaten Rejang Lebong.
"Kita sudah menyampaikan usulan penambahan kuota. Mudah-mudahan bisa disetujui," ungkap Anes.
Menurut Anes, kepastian mengenai jumlah kuota LPG 3 kilogram yang akan diterima Kabupaten Rejang Lebong biasanya baru diketahui menjelang akhir tahun.
Informasi mengenai kuota tersebut umumnya baru diterima sekitar November.
"Biasanya informasi jumlah kuota yang diterima itu nanti di bulan November baru keluar," paparnya.
Antisipasi Lonjakan Permintaan
Penambahan kuota tersebut diperlukan karena kebutuhan LPG 3 kilogram tidak selalu berada pada tingkat yang sama setiap hari.
Permintaan dapat meningkat pada waktu tertentu, termasuk menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pada periode tersebut, aktivitas masyarakat biasanya meningkat.
Kondisi itu dapat berdampak terhadap kebutuhan LPG, khususnya untuk keperluan memasak rumah tangga dan usaha mikro.
Selain HBKN, peningkatan kebutuhan juga dapat terjadi ketika terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan konsumsi LPG meningkat dalam waktu singkat.
Pemkab Rejang Lebong berharap tambahan kuota dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram di tingkat masyarakat.
"Pasalnya, keterbatasan pasokan ketika permintaan meningkat berpotensi menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi," jelas Anes.
Kelangkaan LPG 3 Kg Sempat Terjadi
Kondisi kelangkaan LPG 3 kilogram sebelumnya juga beberapa kali menjadi perhatian masyarakat di Rejang Lebong.
Kelangkaan biasanya ditandai dengan masyarakat yang harus mencari LPG ke sejumlah pangkalan karena stok di tempat tertentu telah habis.
Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika terjadi peningkatan permintaan secara bersamaan.
Karena itu, Pemkab Rejang Lebong menilai kebutuhan LPG 3 kilogram perlu dihitung dan disesuaikan dengan perkembangan jumlah penduduk serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Penambahan kuota diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan sehingga persoalan kekurangan LPG dapat diminimalkan.
Masyarakat Diminta Membeli Sesuai Kebutuhan
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau agar membeli LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan ketika pasokan tersedia.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan LPG untuk mengantisipasi kenaikan harga atau kelangkaan.
Pembelian berlebihan dapat menyebabkan distribusi LPG tidak merata karena stok yang seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat lain menjadi lebih cepat habis.
Pemkab juga mengingatkan agar LPG 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi digunakan oleh kelompok masyarakat yang memang berhak menerima.
"Masyarakat yang menemukan adanya dugaan penjualan LPG 3 kilogram dengan harga yang tidak wajar atau persoalan distribusi dapat menyampaikan informasi ke kami maupun kepolisian," imbaunya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kilogram, terutama ketika memasuki periode dengan potensi peningkatan permintaan.
Dengan pasokan harian yang saat ini mencapai sekitar 7.280 tabung dan adanya usulan penambahan kuota, Pemkab Rejang Lebong berharap kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram dapat terpenuhi secara lebih stabil.
Kepastian tambahan kuota tersebut selanjutnya masih menunggu penetapan dan informasi resmi yang diperkirakan diterima pada November mendatang