MODENA Kuasai 27,2% Penjualan Dispenser Online pada 2025 di Indonesia
Ida Bagus Artha Kusuma August 30, 2026 04:34 PM

nextren.com - MODENA mencatat pangsa penjualan dispenser sebesar 27,2 persen di kanal e-commerce Indonesia sepanjang 2025. Berdasarkan data Markethac yang dikutip perusahaan, capaian itu menempatkan MODENA di posisi teratas dalam kategori dispenser yang dipantau sepanjang tahun lalu.

Siaran pers MODENA tertanggal 19 Agustus 2026 menyebut persentase penjualan 27,2 persen tersebut membuat MODENA unggul dibandingkan 10 merek lain dalam kategori dispenser. Namun, data ini perlu dibaca secara spesifik sebagai kinerja di kanal perdagangan elektronik, bukan keseluruhan pasar dispenser nasional yang juga mencakup toko fisik dan jaringan ritel offline.

Penegasan itu sejalan dengan publikasi resmi MODENA yang menyebut capaian 27,2 persen sebagai "e-commerce sales share" sepanjang 2025. Markethac sendiri memosisikan layanannya sebagai platform e-commerce market insights yang memantau listing produk, perubahan penjualan, harga, dan promosi di berbagai kanal perdagangan elektronik.

Dengan demikian, angka tersebut menunjukkan kuatnya posisi MODENA di pasar dispenser online Indonesia selama 2025, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perusahaan menguasai 27,2 persen dari seluruh penjualan dispenser di Indonesia.

Kebutuhan Konsumen Mulai Bergeser

MODENA menilai posisi tersebut berjalan seiring dengan perubahan pertimbangan konsumen saat membeli dispenser. Dalam siaran persnya, perusahaan mengutip Markethac bahwa konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kemudahan penggunaan, keamanan, efisiensi listrik, hingga desain perangkat yang menyatu dengan interior rumah.

Vice President Marketing MODENA Teddy Wijaya mengatakan perusahaan berusaha menjawab kebutuhan tersebut melalui pilihan produk dari kelas hemat listrik hingga perangkat yang masuk ke ekosistem rumah pintar.

"Mulai dari dispenser galon bawah low watt untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi energi, hingga dispenser yang dapat terintegrasi dengan smart home," kata Teddy.

Salah satu produk yang ditonjolkan adalah Bottom Loading Water Dispenser DD 1314 BABK. MODENA menyebut model ini dapat beroperasi dengan daya mulai 190 watt dan menggunakan stainless steel SUS304 food grade.

Perusahaan juga menawarkan DD 1312 BABK dengan Smart UV-C Sterilization serta DD 7315 W/L yang membawa teknologi Ozone Self Cleaning. Kedua teknologi itu menjadi bagian dari strategi MODENA untuk menempatkan aspek higienitas sebagai salah satu pembeda produk.

Dispenser Mulai Masuk Ekosistem Smart Home

Sisi teknologi terlihat lebih jelas pada Smart Bottom Loading Water Dispenser DD 4118 BOBK. Perangkat ini dapat terhubung ke aplikasi MODENA Seamless sehingga pengguna bisa mengontrol suhu, memantau sisa air dalam galon, hingga melihat konsumsi air melalui smartphone.

Halaman resmi MODENA mencantumkan fitur AquaLevel Monitor untuk memberikan pembaruan level air secara real time dan Precise Temperature Control untuk mengatur temperatur sesuai kebutuhan. Dispenser tersebut memiliki tiga pilihan suhu, daya pemanas 420 watt, daya pendingin 100 watt, serta koneksi ke aplikasi MODENA Seamless.

Meski muncul dalam siaran pers terbaru, DD 4118 BOBK bukan produk yang baru diperkenalkan pada Agustus 2026. MODENA sudah mempublikasikan informasi mengenai dispenser pintar tersebut melalui situs resminya pada Februari 2026. Karena itu, pengumuman kali ini lebih tepat dilihat sebagai laporan posisi penjualan sekaligus penegasan strategi portofolio dispenser perusahaan.

Data Online Belum Mewakili Seluruh Pasar

Pencapaian MODENA memberi gambaran tentang kompetisi perangkat rumah tangga yang semakin bergeser ke kanal digital. Data marketplace memungkinkan merek melihat perubahan penjualan, harga, promosi, dan posisi kompetitor secara lebih cepat.

Namun, pembaca tetap perlu membedakan pangsa penjualan e-commerce dengan pangsa pasar nasional. Markethac menyatakan platformnya berfokus pada data e-commerce dan menyediakan fitur untuk mengukur market share serta memantau performa kompetitor pada kanal tersebut. Tanpa data tambahan mengenai penjualan offline, angka 27,2 persen tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai pangsa seluruh pasar dispenser Indonesia.

Bagi industri perangkat rumah tangga, capaian ini sekaligus memperlihatkan perubahan arena persaingan. Produsen tidak lagi hanya berlomba menawarkan fungsi dasar air panas dan dingin, tetapi mulai membawa efisiensi energi, sterilisasi, sensor, serta konektivitas aplikasi ke kategori produk yang sebelumnya relatif sederhana.

Pertanyaan berikutnya bukan hanya siapa yang terbesar di marketplace, tetapi apakah fitur-fitur pintar tersebut benar-benar menjadi alasan konsumen membeli dan tetap menggunakannya dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.