Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kabut tipis yang diduga asap mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut terutama dirasakan warga pada malam hingga pagi hari. Selain kabut putih tipis, udara di sejumlah kawasan juga disebut memiliki aroma asap dan bau yang kurang sedap.
Di tengah munculnya kabut asap tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker, terutama ketika udara mulai berbau asap atau jarak pandang terlihat berkabut.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurangi paparan asap dan menjaga saluran pernapasan, termasuk mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala BPBD Rejang Lebong M Budianto melalui Kasi Kedaruratan Rio Agustian Pakpahan meminta masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi tersebut.
"Jaga kesehatan sehingga tidak menimbulkan penyakit ISPA. Pakai masker bila perlu jika banyak aktivitas diluar rumah," ujar Rio kepada TribunBengkulu.com, Minggu (30/8/2026).
Kabut Asap Diduga Berasal dari Luar Rejang Lebong
Terkait kabut asap yang mulai dirasakan warga, BPBD Rejang Lebong menduga kondisi tersebut lebih mungkin dipengaruhi asap dari wilayah lain di luar kabupaten.
Rio mengatakan, asap yang terlihat dan tercium di kawasan Kota Curup diduga merupakan asap kiriman dari sejumlah daerah di Sumatera seperti Sumatera Selatan dan Riau.
"Sepertinya asap yang ada di Kota Curup seperti dari kabupaten tetangga di Sumatera," ungkap Rio.
Sebelumnya, terdapat sejumlah kejadian kebakaran lahan di wilayah Rejang Lebong sejak awal Agustus 2026.
Namun, luas lahan yang terbakar relatif tidak besar.
Berdasarkan penanganan yang dilakukan petugas, kebakaran lahan terbesar yang terjadi di Rejang Lebong tercatat sekitar satu hektare.
Seluruh kejadian tersebut berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas.
Rio menjelaskan, memang terdapat beberapa kejadian kebakaran lahan di Rejang Lebong sejak awal Agustus.
Namun, kebakaran tersebut tidak terjadi dalam luasan yang besar. Bahkan, lahan yang terbakar paling luas sekitar satu hektare.
Kebakaran-kebakaran tersebut juga telah ditangani petugas pemadam kebakaran sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lainnya.
Karena itu, BPBD belum menemukan adanya karhutla dengan skala besar di wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang dapat menjadi sumber utama kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini.
Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api
Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api di sekitar tempat tinggal maupun saat melintas di kawasan perkebunan dan lahan terbuka.
"Apabila ada titik api cepat laporkan ke pihak BPBD atau Damkar kecamatan sehingga cepat dilakukan pemadaman," ujarnya.
Menurut Rio, laporan masyarakat sangat diperlukan agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan sebelum api membesar.
Selain mengimbau penggunaan masker, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat kebakaran agar petugas BPBD maupun pemadam kebakaran dapat langsung melakukan penanganan.
BPBD Rejang Lebong memastikan tetap siap membantu proses pemadaman apabila menerima laporan kebakaran dari masyarakat maupun pihak lainnya.