600 Pisau Menancap Bersamaan di Bandung, PABKI Pecahkan Rekor MURI
Adi Suhendi/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dunia olahraga Indonesia mencatat sejarah baru, 600 pisau dilempar dan berhasil menancap secara serentak ke papan sasaran dalam pembukaan Kejuaraan Nasional atau Kejurnas lempar pisau dan kapak di Arena Utama Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2026).
Aksi digelar Persatuan Olahraga Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia atau PABKI dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Lebih dari 300 pelempar profesional ikut ambil bagian. Mereka berasal dari 15 kontingen provinsi di Indonesia.
Masing-masing peserta menggunakan empat pisau yang menjadi perlengkapan standar dalam kompetisi.
Ketua Harian PABKI, Hendri Jay Agustian, mengatakan pencapaian ini menjadi kali pertama diselenggarakan di Indonesia, bahkan dunia.
Ia mengatakan aksi tersebut menjadi simbol perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia sekaligus memperkenalkan cabang olahraga ini ke tingkat yang lebih luas, termasuk kancah internasional.
Dalam proses pencatatan rekor, setiap pisau yang berhasil menancap di papan target dinyatakan sebagai satu poin.
Penilaian dilakukan dengan pengawasan khusus untuk memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan sportif.
"Kami memaksimalkan 600 lemparan menancap di target putih. Ini menjadi bukti simbolis betapa masifnya perkembangan olahraga ini di tanah air," kata Hendri dikutip dari Tribunjabar.id, Minggu (30/8/2026).
Dalam teknis penilaian rekor bersama pihak MURI, PABKI mengedepankan prinsip sportivitas dan transparansi yang ketat.
Setiap pisau yang berhasil menancap sah dihitung satu poin.
Bahkan, apabila terdapat pisau yang tertimpa lemparan pisau lain lalu terjatuh, poin tetap diakui karena ada pengawasan dari tim asisten juri khusus di sisi kiri dan kanan papan sasaran.
Setelah pemecahan rekor, acara langsung berlanjut ke agenda Kejurnas yang digelar selama dua hari mulai Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).
Sebanyak 12 kelas dipertandingkan untuk memperebutkan total 72 gelar juara.
Hadiah 12 unit sepeda motor disediakan untuk para juara utama.
Kejuaraan ini menerapkan sistem terbuka (open tournament), dengan komposisi 85 hingga 90 persen anggota resmi PABKI dan sisanya berasal dari pelempar umum non-anggota.
Hendri menyebut meskipun komunitas olahraga ini telah aktif menggelar kejuaraan sejak 2010, Kejurnas edisi kali ini menjadi tonggak pertama yang menerapkan standarisasi tata kelola olahraga profesional secara paripurna, termasuk sistem siaran langsung daring.
Siaran langsung tersebut dipantau secara simultan sekitar 50 hingga 100 pelempar profesional mancanegara.
Momentum ini sekaligus dimanfaatkan sebagai tahap pra-registrasi atlet internasional menjelang perhelatan Piala Dunia Lempar Pisau yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada akhir tahun depan.
Terkait legalitas keolahragaan nasional, PABKI saat ini sedang merampungkan proses finalisasi administrasi untuk bergabung secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Seluruh kelengkapan tata kelola dan persyaratan organisasi telah terpenuhi, dengan Kejurnas sebagai puncaknya.
Tahun depan, PABKI menargetkan kenaikan jumlah partisipasi atlet hingga tiga kali lipat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga lempar pisau di pentas dunia.
Persatuan Olahraga Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) merupakan organisasi yang membawahi olahraga lempar pisau dan kapak yang masuk dalam daftar olahraga rekreasi Indonesia.
Organisasi ini dideklarasikan pada 11 Desember 2021 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Saat ini PABKI dipimpin Victor Alexander Lateka, seorang perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen).
Alumni Akademi Kepolisian 1997 tersebut didaulat menjadi Ketua Umum PABKI periode 2026-2030 pada Mei 2026.
Polisi yang memiliki keahlian dalam bidang kontraterorisme, reserse, serta intelijen siber tersebut saat ini bertugas bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN).
(Tribunnews.com/ adi/ Tribunjabar.id/ Nandri Prilatama)