Liputan6.com, Jakarta - Air untuk menyeduh susu formula bayi harus direbus lebih dulu, lalu didinginkan sampai sekitar 70 derajat Celsius — dan aturan ini tetap berlaku meski Anda memakai air minum dalam kemasan (AMDK). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), langkah merebus ini penting bukan karena kualitas airnya diragukan, melainkan karena bubuk susu formula sendiri bukan produk steril. Bakteri seperti Cronobacter sakazakii dan Salmonella berpotensi ada di dalam bubuk susu formula, dan air panas bersuhu minimal 70°C adalah cara paling efektif untuk membunuhnya sebelum susu diminum bayi.
Banyak orang tua mengira air kemasan yang sudah melalui proses sterilisasi pabrik otomatis aman langsung dituang tanpa direbus ulang. Anggapan ini keliru untuk konteks susu formula. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO sama-sama menegaskan bahwa titik kritisnya ada pada bubuk susu formula, bukan semata pada sumber airnya — sehingga langkah merebus dan mendinginkan ke suhu yang tepat tetap wajib dilakukan, apa pun jenis air yang dipakai.
Bubuk susu formula diproduksi dengan proses yang tidak sepenuhnya steril seperti susu cair UHT. Saat proses produksi di pabrik maupun penyimpanan di rumah, ada risiko kecil kontaminasi bakteri berbahaya pada bubuknya. Dikutip dari laman idai.or.id, menurut IDAI, ketika formula dibuat dengan air yang suhunya tidak cukup tinggi, kondisi lembap dan hangat pada campuran susu justru menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Air bersuhu minimal 70°C efektif membunuh bakteri tersebut saat bersentuhan dengan bubuk susu formula. Inilah sebabnya rekomendasi WHO/FAO sejak 2007 — dan masih menjadi acuan standar sampai sekarang — secara spesifik menyebut ambang 70°C, bukan sekadar "air matang" atau "air hangat".
Berikut langkah menyiapkan susu formula secara aman di rumah, mengacu pada panduan IDAI dan WHO:
Boleh, dengan syarat tetap direbus dan didinginkan ke ≥70°C seperti air keran — AMDK tidak menghilangkan kewajiban merebus untuk susu formula. Yang perlu jadi perhatian tambahan pada AMDK adalah kandungan mineralnya. Sebagian orang tua khawatir mineral dalam air kemasan akan menumpuk dengan mineral yang sudah ada di susu formula dan membebani ginjal bayi. Menurut ulasan medis di KlikDokter, kekhawatiran ini pada praktiknya berlebihan untuk pemakaian sehari-hari, karena kadar mineral dalam AMDK pada umumnya kecil dan tidak berdampak signifikan terhadap saluran cerna maupun ginjal bayi.
Yang lebih penting diperhatikan justru kebersihan penyimpanan: air kemasan yang sudah dibuka dan tidak habis dalam waktu singkat tetap berisiko terkontaminasi, sehingga proses rebus tetap jadi langkah wajib, bukan opsional.
Air keran matang atau AMDK, sama-sama boleh dipakai selama direbus hingga mendidih lalu didinginkan ke minimal 70°C sebelum dicampur bubuk susu formula. Yang membedakan aman-tidaknya bukan merek airnya, melainkan proses merebus dan suhu saat dicampur.
Boleh, dengan catatan tetap direbus terlebih dulu seperti air keran. Air galon yang langsung dituang tanpa direbus tidak disarankan untuk menyeduh susu formula karena tidak menjamin bubuk susu bebas bakteri.
Karena air dingin atau air suam-suam tidak cukup panas untuk membunuh bakteri seperti Cronobacter sakazakii yang mungkin ada di bubuk susu formula. IDAI juga menegaskan tidak boleh mencampur sedikit air panas 70°C lalu menambah air dingin untuk mencapai takaran — ini berisiko menurunkan suhu campuran di bawah ambang aman sebelum sempat membunuh bakteri.
Berikan dalam 2 jam sejak dibuat. Jika tidak langsung diminum, simpan di kulkas bersuhu di bawah 5°C dan gunakan dalam 24 jam.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter anak. Untuk kondisi khusus — bayi prematur, riwayat medis tertentu, atau keraguan lain — konsultasikan langsung ke dokter atau tenaga kesehatan.
(*)