Marahnya Jhon LBF usai Penjual Cermin Tewas dalam Kericuhan Pejompongan, Desak Pelaku Serahkan Diri
Shinta Dwi Anggraini August 30, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Pengusaha sekaligus kreator konten Henry Kurniadi Sutikno, atau yang akrab disapa Jhon LBF, meluapkan kemarahannya atas insiden demo Pejompongan Raya, Jakarta Pusat menelan korban jiwa.

Jhon LBF mengaku sakit hati setelah menyaksikan video pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan (60), seorang pedagang cermin.

Melalui unggahan di akun Instagramnya pada Minggu (30/8/2026), Jhon LBF mengutuk keras aksi penganiayaan brutal yang dilakukan sekelompok orang terhadap pria lansia tersebut.

"Gua nonton video pengeroyokan terhadap almarhum Pak Bambang Setiawan ya, pedagang cermin di Palmerah, Jakarta Pusat. Itu sadis banget loh. Itu bapak itu salah apa sih? Ya, dia, dia melakukan apa sih kok sampai lu pada keroyok dia sampai kayak gitu? Itu orang tua loh. Itu bapak-bapak loh," ungkap Jhon LBF dikutip TribunSumsel.com.

Baca juga: Ini Alasan Hercules Turun saat Kerusuhan Usai Demo DPR 27 Agustus, Bantah Isu Terlibat Bawa Massa

"Lu pada pecundang tuh, Pak. Lu yang ngeroyok Pak Bambang Setiawan itu pada gua bilang lu pecundang semua tuh lu ya. Sampah ya. Sampah semua lu yang keroyok-keroyok Pak Bambang Setiawan itu lu sampah semua," ujar Jhon LBF dengan nada geram.

Jhon LBF meminta para pelaku penganiayaan untuk segera menyerahkan diri ke pihak kepolisian sebelum ditangkap secara paksa.

Ia juga mendesak Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat untuk menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat tanpa ampun.

"Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, udah ditangkap belum pelakunya nih? Itu bapak-bapak udah renta loh ya, dikeroyok seperti itu udah kayak… Lu nyerahin diri deh pada deh yang merasa mengeroyok Pak Bambang ya.

Siapapun kalian yang merasa kemarin melakukan penganiayaan terhadap Pak Bambang Setiawan, saran gua sih segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat," lanjutnya.

Ia juga menegaskan agar polisi menindak tegas aksi premanisme tersebut tanpa belas kasihan.

"Kalian udah pasti ketangkep loh ya. Makin berat lu kalau ditangkep ya. Polisi tindak tegas dong ya. Polisi tindak tegas ya. Jangan ada ampun, jangan ada belas kasihan untuk orang-orang yang biadab seperti ini ya. Gaya-gaya preman, premanan nggak usah sok keras ya, nggak usah sok keras ya. Indonesia negara hukum, tangkap Pak semuanya Pak ya. Polda, Polres segera tegakkan keadilan," tegas Jhon LBF.

Baca juga: Pekerjaan Melva, Wanita Berbaju Ojol Tuduh Koordinator AMPB Botok Dibayar saat Demo di DPR

Kronologi Kejadian

Diketahui, kericuhan maut tersebut terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam. 

Korban merupakan warga Bendungan Hilir bernama Bambang Setiawan (60) yang sehari-hari berjualan cermin di pinggir jalan kawasan tersebut.

Keluarga baru mengetahui keberadaan jenazah Bambang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (28/8/2026).

Istri korban, Sudarsih, menjelaskan bahwa suaminya masih berjualan hingga sore hari pada Kamis (27/8/2026).

Sekitar pukul 16.30 WIB, ia sempat meminta Bambang untuk menutup dagangannya lebih cepat karena massa mulai berkumpul dan situasi di Jalan Pejompongan Raya kian memanas.

Setelah sempat mengantar tetangganya berobat ke RS Pelni, Bambang kembali ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, kericuhan masih berlangsung dan massa terdorong mundur ke arah TPU Karet.

Tak lama berselang, Bambang keluar dari rumah melalui gang menuju Jalan Pejompongan Raya.

Baca juga: Aksi Demo 27 Agustus Disorot, Inul Daratista Beri Pesan Menyentuh ke Pendemo : Jaga Kesehatan Kalian

Sudarsih menyebut suaminya kerap keluar saat ada kericuhan untuk melihat situasi sekaligus membantu warga sekitar dengan menyediakan air untuk mencuci muka.

Namun, Bambang tak kunjung kembali hingga dini hari.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsih berusaha mencari keberadaan suaminya ke tempat rekan-rekannya biasa berkumpul, tetapi tidak membuahkan hasil. 

Kepastian baru didapat keluarga sekitar pukul 04.00 WIB setelah anaknya mengenali sosok Bambang dalam sebuah video penganiayaan yang beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang diduga Bambang dipukul menggunakan kayu, ditendang, serta dipukuli dengan tangan kosong oleh sejumlah orang. Baju korban juga tampak diseret di atas trotoar.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa Bambang sempat dievakuasi dalam kondisi pingsan begitu situasi di lokasi dinyatakan aman.

Korban dilarikan ke RS Mintohardjo, tetapi dinyatakan meninggal dunia sebelum akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Sosok yang Mudah Bergaul

Di balik duka mendalam atas kepergian Bambang Setiawan, keluarga mengenang almarhum sebagai sosok yang hangat dan mudah bergaul.

Bagi istri dan anak-anaknya, pria yang akrab disapa "Pak Bengbeng" tersebut merupakan kepala keluarga yang selalu merangkul dan mudah berbaur dengan siapa saja tanpa memandang usia.

Sudarsih menuturkan bahwa sang suami memiliki kepribadian yang luwes dan humble saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Kalau almarhum itu, kegiatan sehari-harinya, sosoknya memang orangnya humble ya. Dia bergaul itu sama siapa pun dia masuk. Mau sama ibu-ibu, mau sama anak kecil, mau sama anak-anak muda seumuran anak saya, memang dia tuh semua masuk almarhum sosoknya," kata Sudarsih saat ditemui di rumah duka, Sabtu (29/8/2026).

Sudarsih menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, namun di matanya Bambang adalah pribadi dan suami yang sangat baik.

"Ya, kalau menurut saya ya namanya manusia kan enggak sempurna, ada jeleknya, ada bagusnya. Tapi penglihatan saya memang suami saya orang yang baik," tambah Sudarsih.

(*)

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.