Profil Topan Srimulat, Pelawak yang Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun, Disebut Alami Henti Jantung
Faza Anjainah Ghautsy August 30, 2026 02:34 PM

Grid.ID - Profil Topan Srimulat, pelawak yang meninggal dunia di usia yang ke-70 tahun. Dia diketahui disebut mengalami henti jantung.

Pelawak legendaris Topan Sugianto atau yang lebih dikenal dengan Topan Srimulat dikabarkan meninggal dunia, pada 27 Agustus 2026 di Malang, Jawa Timur. Kabar duka ini disampaikan melalui akun resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya Topan Sugianto, seniman Jawa Timur,” tulis akun resmi Pemprov Jatim, dilansir dari Kompas.com.

Dalam postingan tersebut, Pemprov Jawa Timur menyampaikan doa mereka agar amal ibadah dari mendiang Topan bisa diterima di sisi Tuhan. Mereka juga menuliskan pesan bahwa karya dari sang seniman nantinya akan selalu dikenang.

Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa duka ini,” tulis akun tersebut.

Selamat jalan, Bapak Topan Sugianto. Karya dan dedikasi Anda akan selalu dikenang,” tambahnya.

Sementara itu, di rumah duka almarhum yaitu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, hingga Jumat (28/8/2026) pagi, terlihat ada deretan karangan bunga dari rekan sesama seniman, paguyuban pelawak, hingga pejabat daerah. Istri dari mendiang Topan yaitu Widhia Rifka Donna (49) menceritakan bahwa sebelum wafat, suaminya itu sempat menjalani aktivitas pagi seperti biasa.

"Pagi sekitar jam 06.00 WIB masih minum teh dan ngemil roti. Tiba-tiba mengeluh sakit perut hebat yang tembus sampai ke punggung. Sempat diolesi obat dan dibawa ke klinik terdekat," tutur Widha.

Sepulang dari klinik, Topan kemudian beristirahat, namun tak sampai 30 menit, Widhia mendengar suara teriakan suaminya saat dia sedang menidurkan cucunya. Widhia kemudian bergegas keluar dan mendapati sang suami mengalami kejang hingga akhirnya tak sadarkan diri.

"Habis itu Pak Tukang sebelah bantu angkat dan langsung ke Rumah Sakit Wava Husada. Di jalan itu sudah ngomong aneh-aneh dan bilang gak kuat badannya sakit semua," jelasnya.

Dalam kondisi panik, Widhia lalu meminta bantuan seorang tukang yang sedang bekerja di samping rumahnya. Topan kemudian dibawa ke RS Wava Husada Kepanjen dan langsung mendapatkan penanganan oleh tim medis.

Sayangnya, nyawanya tak bisa tertolong dan Topan dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 12.00 WIB lantaran mengalami henti jantung. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di TPU Sumberpucung.

Daerah tersebut diketahui merupakan satu area dengan tempat peristirahatan terakhir ibunya serta sang adik yang juga pelawak ternama yaitu almarhum Leysus. Sementara itu, putri pertama dari mendiang Topan yaitu Angela Ariska alias Lala, mengenang ayahnya sebagai sosok profesional yang tetap aktif menggung di usia senja.

Bahkan pada hari kejadian, Topan diketahui sempat dijadwalkan mengisi acara keagamaan di Kabupaten Lamongan. Kepergian sang pelawak ini menyisakan kenangan haru mendalam bagi keluarga karena bertepatan langsung dengan hari ulang tahun putri pertamanya.

"Mauludan gini masih banyak undangan, kemarin terakhir itu Minggu ngisi acara di Sidoarjo. Kemarin juga mau ke Lamongan. Apalagi pas maulud gini banyak giatnya," ujar Lala.

"Abi meninggal tepat di hari ulang tahun saya. Meskipun di panggung jenaka, di rumah beliau sosok ayah yang sangat tegas namun penyayang," kenangnya.

Berikutnya, untuk profil Topan Srimulat merupakan putra dari pasangan Abdul Gani dan Malsamah yang lahir, pada 12 April 1856 di Malang. Selain menjadi pelawak di Srimulat, dia ternyata juga sempat menjadi bintang utama di program populer Ketoprak Humor.

Melansir dari TribunSumsel.com, karier Topan diketahui meluas melalui berbagai acara hiburan televisi seperti Ronda, Pansus, hingga Toples Show. Pada era 1990-an, nama Topan Srimulat mulai melejit saat dia menjadi duo pelawak bersama diknya yaitu Leysus atau yang memiliki nama asli Sugeng Winarso.

Kebersamaan panggung mereka kemudian berakhir saat Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006 lantaran mengalami kanker mulut. Adapun, selain di panggung pertunjukan, Topan juga dikenal aktif dalam kegiatan olahraga daerah dan memiliki hubungan dekat dengan komunitas pendukung sepak bola Arema di Malang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.