TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kota Palangka Raya semakin luas dan sulit dikendalikan.
Petugas dan relawan kewalahan menanggulangi banyakanya titik api, bahkan ada yang mengalami luka bakar.
Relawan yang mengalami luka bakar itu bernama Maulana Adi Saputra (20), Anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pemadam Kebakaran Cinta Masyarakat (PKCM).
Ia mendapat luka bakar saat memadamkan kebakaran lahan, di kawasan Jalan Yos Sudarso XVIII, Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya pada Senin (24/8/2026) lalu.
Maulana mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kebakaran di Jalan Yos Sudarso XVIII tepatnya di kawasan Jalan Depung sekira pukul 09.30 WIB.
Ia dan rekan-rekan relawan sedang berada di Posko Karhutla BPBD Palangka Raya.
Setibanya di lokasi, api sudah sudah membesar dan semakin dekat dengan rumah warga.
Maulana menceritakan, saat kejadian ia bersama tujuh rekannya masuk ke lahan terbakar untuk mencegah api merembet ke rumah warga.
Dia mengatakan, saat masuk ke dalam lahan kondisi masih dinilai aman.
Akan tetapi angin kencang membuat api menyambar Maulana dan teman-temannya.
Seketika, jalan yang mereka gunakan untuk masuk sudah dikepung asap.
"Pada saat kami melakukan pemadaman, angin itu mengarah balik ke arah kami dan asap itu juga lumayan banyak. Kami perih mata di dalam, akhirnya kami lari keluar," kata Maulana saat ditemui di kediamannya di Jalan Tjilik Riwut Km 3,5 Minggu (30/8/2026).
Maulana menyebut, saat berlari menjauhi titik api, dirinya keluar paling akhir.
Saat itu angin kembali bertiup kencang, membuat api menyambat bagian tubuh sebelah kanan hingga wajah Maulana.
Ketika masih di lokasi, Maulana mengaku belum merasakan sakit karena luka bakar.
Rekan-rekannya yang sempat muntah karena menghirup asap terlalu banyak membantu menyiram air ke baju Maulana yang terbakar.
"Pada saat malam saya pulang dari lokasi melihat badan sudah mengalami luka bakar," ujar Maulana.
Tampak di bagian bahu, lengan hingga pergelangan tangan maulana menderita luka bakar.
Wajahnya juga terdampak sambaran api.
Setelah merasakan sakit di bagian tubuhnya itu, Maulanq meminta ibunya untuk mengantarkan ke rumah sakit Bhayangkara untuk memeriksa kondisinya.
Benar saja, menurut dokter Maulana menderita luka bakar sekira 75 persen yang membuatnya harus dirawat di RS Bhayangkara selama dua hari.
Bahkan, dia juga mengalami pembekuan darah di tangan kanan.
"Untuk saat ini dokter menyarankan istirahat, pemulihan di rumah sampai darah di urat-urat tangan normal," ucap Maulana.