Antrean BBM di Tengah Kabut Asap di Palangka Raya, Waket DPRD Kalteng: Jangan Anggap Ini Biasa
Haryanto August 30, 2026 03:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan, di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terjadi, terutama pada pengisian BBM jenis Pertalite.

Pantauan TribunKalteng.com di lapangan, antrean kendaraan masih terus mengular di sejumlah SPBU. 

Bahkan, di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti, masyarakat tetap rela mengantre demi mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah persoalan serupa sempat terjadi pada Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Kalteng, Junaidi meminta, PT Pertamina (Persero) tidak menganggap antrean tersebut sebagai persoalan biasa.

Menurutnya, antrean kendaraan yang kembali muncul justru menunjukkan masih adanya persoalan dalam pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.

“Ini kasetnya pasti kembali seperti kemarin. Awalnya Pertamina selalu mengatakan stok cukup. Namun kenyataannya kan tetap antre di mana-mana,” ujar Junaidi, Minggu (30/8/2026).

Baca juga: DPRD Kotim Bentuk Satgassus Awasi BBM Subsidi, Dugaan 1 Kendaraan Isi Berulang Barcode Berbeda

Politisi Partai Demokrat itu menilai pernyataan mengenai ketersediaan stok harus sejalan dengan kondisi penyaluran di lapangan.

Ia menyebut antrean panjang di SPBU dapat menjadi salah satu indikator bahwa BBM yang disalurkan belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kalau di SPBU itu antre, itu pasti kurang salur. Itu satu aja rumusnya,” katanya.

Junaidi meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap pola distribusi BBM di Palangka Raya, terutama untuk memastikan kuota yang telah ditetapkan benar-benar tersalurkan sesuai kebutuhan.

Ia menilai persoalan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memastikan stok tersedia di tingkat pasokan.

Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan volume BBM yang sampai ke SPBU mampu memenuhi kebutuhan konsumen sehingga tidak memicu antrean.

“Kita (Kalteng) ini kan sumber energi, kita penghasil energi, tolong untuk kuota BBM kita jangan dikurangin,” ujarnya.

Junaidi menyebut kuota BBM untuk Kota Palangka Raya sebelumnya berada di kisaran 205 kiloliter.

Jika angka tersebut memang merupakan kuota yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan, ia meminta Pertamina memastikan penyalurannya tidak berkurang.

“Kalau memang kemarin kuota Kota Palangka Raya 205 kiloliter, tolong itu dipenuhi. Itu aja, sederhana aja rumusnya,” tegasnya.

Terkait antrean yang saat ini lebih banyak terlihat pada pengisian Pertalite, Junaidi meminta persoalan tersebut tidak dilihat hanya dari satu jenis BBM.

Menurutnya, kecukupan distribusi secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di SPBU.

“Apa pun jenisnya, kalau seluruh akumulasi itu kurang salur, biasanya akan terjadi antre, itu aja,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.