TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) Site Air Upas berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Tribun Pontianak Awards 2026. Perusahaan produsen bauksit terkemuka ini dianugerahi penghargaan untuk kategori “Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Tani Banua Lestari”.
Penganugerahan tersebut berlangsung meriah di Novotel Pontianak Convention Center pada Rabu, 26 Agustus 2026, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta pelaku industri dari berbagai sektor di Kalimantan Barat.
Deputy Site Manager Air Upas Ivannozilia Putu Wijaya mewakili PT Cita Mineral Investindo Tbk hadir menerima penghargaan Tribun Pontianak Awards 2026 untuk kategori "Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Tani Benua Lestari" di ajang Tribun Pontianak Awards 2026 di Novotel Pontianak Convention Center, pada Rabu 26 Agustus 2026.
Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa program yang telah perusahaan tersebut jalankan bukanlah akhir tapi awal dari program yang berkelanjutan.
"Karena sesuai roadmap kami, program ini harus berkelanjutan. Jadi ada kami ataupun tidak maka program ini harus terus berjalan," ungkapnya.
Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan komitmen berkelanjutan CMI melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Lewat inovasi program Tani Banua Lestari, CMI terbukti mampu menghadirkan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat kemandirian pangan, mendorong ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasionalnya.
Baca juga: Universitas PGRI Pontianak Raih Penghargaan Pelopor Pencetak Tenaga Pendidik Masa Depan Kalbar
Wilayah sekitar operasional CMI selama ini memiliki tantangan berupa tingginya tingkat ketergantungan masyarakat pada sektor perkebunan kelapa sawit yang mencapai 98,4 persen.
Hal ini berdampak pada terbatasnya komoditas pangan non-sawit, degradasi lahan, tingginya biaya pupuk kimia, serta lemahnya regenerasi petani muda.
Padahal CMI melihat potensi berupa adanya kelompok tani eksisting binaan yang aktif, potensi pasar lokal yang masih besar, terdapat peternakan ayam dan kambing di sekitar kelompok dan adanya jurusan teknologi pertanian dan Perkebunan di SMK setempat. Melihat hal tersebut lahirlah Program Tani Benua Lestari.
Program ini menggabungkan konsep integrated farming system (pertanian terpadu) yang mengintegrasikan budidaya tanaman hortikultura, perkebunan buah, perikanan sistem bioflok, hingga PKL magang.
Tiga Pilar Utama Pemberdayaan Program Tani Banua Lestari bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terintegrasi:
Dampak Nyata dan Terukur bagi Masyarakat
Berdasarkan evaluasi dampak keberlanjutan (Sustainability Compass) hingga tahun 2026, program ini telah menorehkan pencapaian yang nyata:
Dari sisi ekonomi menghasilkan pendapatan kelompok sebesar Rp616,4 juta, penghematan biaya produksi pertanian hingga Rp39,5 juta, serta memperluas akses pasar digital.
Dari sisi Lingkungan (Nature): Mengelola lebih dari 6 hektar lahan produktif non-sawit, memproduksi 1,3 ton pupuk organik padat/cair dari limbah peternakan dan bioflok, serta mempromosikan circular farming.
Baca juga: Pemkab Sambas Borong Tiga Penghargaan di Tribun Pontianak Awards 2026
Masyarakat & Ketenagakerjaan: Membina 2 kelompok tani (36 petani) di 2 desa binaan (Air Upas dan Karya Baru), melibatkan 12 siswa PKL SMKN 1 Air Upas, serta memberikan dampak tidak langsung kepada lebih dari 200 warga.
Keberhasilan program ini juga diperkuat oleh hasil kajian ilmiah dan riset independen tahun 2026
Social Return of Investment (SROI): Meraih rasio gabungan 1,42 : 1 dengan predikat LAYAK, yang bermakna setiap Rp1 investasi sosial yang dikeluarkan CMI menghasilkan Rp1,42 nilai manfaat bagi masyarakat.
Sustainable Livelihood Index Assessment (SLIA): Meraih skor 3,54 (Cukup Berhasill), dengan capaian tertinggi pada peningkatan kapasitas SDM/Human Capital (3,79) dan penguatan finansial.
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Mencapai skor 87,3 (Kategori Baik). Studi Persepsi Masyarakat: Mencapai skor 707,06 (Kategori Tinggi), mencerminkan penerimaan dan dukungan yang sangat positif dari warga sekitar terhadap hadirnya perusahaan.
Inisiatif Tani Banua Lestari milik PT Cita Mineral Investindo Tbk ini juga berhaluan selaras dengan visi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada pangan, pemberdayaan ekonomi dari desa, ketersediaan pupuk mandiri, serta regenerasi petani muda. (8)
Ketua Kelompok Tani Usaha Sejahtera, Kasranudin (Ikas), menyampaikan apresiasinya atas dukungan tak henti dari CMI.
Baca juga: PT Pegadaian Area Kalimantan Barat Raih Penghargaan Inovasi Inklusi Keuangan Digital Terbaik
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada CMI. Harapannya agar program pendampingan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga nantinya para petani binaan bisa sukses secara mandiri," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Kabun Basar, Andi Agasi, menegaskan pentingnya mengubah paradigma profesi petani di mata masyarakat. "Kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat sekitar bahwa dengan bertani pun kita dapat menjadi orang yang sukses, dan tidak ada yang salah dengan menjadi seorang petani. Terima kasih kepada PT Cita Mineral Investindo atas dukungan yang diberikan," tuturnya.
Melalui penganugerahan Tribun Pontianak Awards 2026 ini, PT Cita Mineral Investindo Tbk membuktikan bahwa pertambangan yang bertanggung jawab dapat berjalan iring dengan kemajuan masyarakat dan pelestarian lingkungan demi terwujudnya kemandirian ekonomi daerah. (*)