Ekonomi Keluarga Jadi Fokus Pemberdayaan PKK Kota Semarang
raka f pujangga August 30, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendorong pemberdayaan keluarga menjadi salah satu pintu untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut diarahkan melalui pengembangan potensi yang ada di lingkungan keluarga, termasuk usaha rumahan dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Baca juga: Takziah ke Rumah Duka, Wali Kota Agustina Dampingi Keluarga Korban Kebakaran Banyumanik

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan tidak selalu membutuhkan program berskala besar.

"Pemberdayaan itu dimulai dari rumah. Dari rumah kita bisa membangun kesehatan, pangan, lingkungan, budaya sampai ekonomi keluarga," kata Agustina dalam keterangan, akhir pekan ini.

Menurut Agustina, kegiatan produktif yang awalnya dilakukan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi usaha dengan nilai ekonomi. Di antaranya melalui UP2K yang dikelola di lingkungan keluarga.

'Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong," katanya.

Agustina menyebut pengembangan usaha berbasis rumah tangga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi UMKM.

Selain pendampingan, penguatan usaha juga perlu didukung promosi, digitalisasi dan akses pasar.

Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).

Agustina kemudian mendorong penguatan Waras Ekonomi sebagai ekosistem yang menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan platform digital, media, mitra usaha hingga akses pasar.

"Kalau kita bisa menghubungkan mereka dengan pasar, dengan media, dengan platform digital dan dengan mitra usaha, maka usaha yang dimulai dari rumah bisa mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih besar," jelasnya.

Ia berharap usaha yang dijalankan keluarga tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pemberdayaan keluarga tersebut juga disebutkan tercermin melalui sejumlah kegiatan yang dilakukan kader PKK di tingkat wilayah. Dalam Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang belum lama ini di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), praktik pemberdayaan ditampilkan melalui stan tematik yang mencakup bidang kesehatan, pangan, lingkungan, ekonomi, inklusivitas, kebencanaan, budaya hingga pariwisata.

Sejumlah stan tersebut antara lain Omah Kesehatan, Omah Pangan, Omah TOGA, Omah UP2K, Omah Pilah Sampah, Omah Inklusif, Omah Tangguh Bencana, Omah Budaya, Omah Wisata dan Omah Ramah Anak.

Ketua TP PKK Kota Semarang Lies Iswar mengatakan kegiatan HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat semangat kader dalam memberdayakan keluarga dan lingkungan.

“PKK bergerak dari keluarga dan kembali untuk memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar Lies.

Agustina mengatakan kedekatan kader PKK dengan kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi salah satu modal dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan.

"Yang membuat mereka bergerak menjaga lingkungannya, menjaga warganya, menjaga seluruh komunitasnya hanya satu. Apa itu? Cinta mereka kepada bangsanya sendiri," katanya.

Selain pemberdayaan ekonomi keluarga, Agustina juga melihat pengembangan pariwisata sebagai salah satu ruang untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat. Kampung, komunitas, UMKM, produk kuliner, kerajinan, seni budaya dan kreativitas warga dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Untuk itu, Agustina mendorong agar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Semarang pada 2027 dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Baca juga: Agustina: BOP Rp25 Juta Per RT Harus Digunakan dengan Rembuk Warga

"Kota Semarang akan kita buat sedemikian rupa bagaimana menjadi sebuah destinasi wisata yang memberi manfaat kepada warganya," katanya.

Menurutnya, kegiatan pemberdayaan juga perlu menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling belajar dan membangun jejaring.

"Kompetisi itu jangan hanya dilihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah kita bertemu, saling belajar, membangun komunitas dan membuka peluang," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.