Rebalancing MSCI Jadi Perhatian Investor
Agustina Melani August 30, 2026 05:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan melakukan rebalancing indeks untuk Agustus 2026 yang berlaku efektif pada penutupan perdagangan saham 31 Agustus 2026 atau awal perdagangan 1 September 2026. Lalu bagaimana dampaknya ke pasar saham?

Berdasarkan hasil rebalancing MSCI Agustus 2026, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) keluar dari MSCI Global Standard Index.

Sementara itu, saham CPIN masuk MSCI Globall Small Cap. Di sisi lain, sembilan saham emiten Indonesia dikeluarkan dari Global Small cap. Sembilan saham itu antara lain saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, tekanan jual berpotensi cukup tinggi, tetapi sifatnya akan sangat selektif dan kemungkinan memuncak menjelang penutupan 31 Agustus 2026, saat paasive fund harus menyamakan portofolio dengan komposisi MSCI yang baru.

Berdasarkan prediksi Bloomberg, total net passive outflow dapat mencapai sekitar US$ 753 juta atau Rp 13,37 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.760). Hal itu terdiri dari US$ 684 juta atau Rp 12,14 triliun dan US$ 68 juta atau Rp 1,2 triliun pada small cap.

Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, tekanan terbesar diperkirakan datang dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan estimasi outflow sekitar US$ 407 juta atau Rp 7,22 triliun. Sementara saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berpotensi keluar US$ 177 juta atau Rp 3,14 triliun dari Standard Cap, tetapi menerima sekitar US$ 50 juta atau Rp 887,89 miliar setelah masuk Small Cap, sehingga net outflow-nya diperkirakan sekitar US$ 127 juta atau Rp 2,25 triliun.

 

 

Potensi Outflow

Ilustrasi IHSG (BAY ISMOYO/AFP)
Ilustrasi IHSG (BAY ISMOYO/AFP)

"Untuk saham-saham yang didepak dari Small Cap, nilai nominal outflow memang lebih kecil, tetapi dampak ke harga tetap bisa tajam pada saham berlikuiditas terbatas, terutama jika estimasi flow-nya jauh lebih besar dibandingkan average daily trading value, seperti ARTO, HEAL, SMGR & BUKA,” demikian seperti dikutip dari riset Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Namun, Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, tidak seluruh penjualan baru akan muncul pada 31 Agustus 2026 karena sebagian fund manager dan index-arbitrage investors kemungkinan sudah mulai menyesuaikan posisi sejak hasil review diumumkan 13 Agustus 2026

"Di sisi lain, rebalancing ini juga menciptakan rotasi: beberapa saham yang tetap berada di Standard Cap seperti BBCA & BBRI justru diperkirakan menerima tambahan passive inflow akibat kenaikan bobot relatif,” demikian seperti dikutip dari riset Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Setelah rebalancing MSCI, Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat pergerakan saham akan kembali ditentukan fundamental, valuasi dan prospek bisnis masing-masing.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor karena efektif 1 September 2026. Dikhawatirkan potensi aliran dana keluar yang besar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.