TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ratusan dus keramik pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, diduga dijual kepada pihak luar.
Dalam dugaan kasus tersebut, sejumlah pegawai disebut diduga terlibat dalam penjualan material keramik lantai yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan SR.
Berdasarkan pengakuan salah satu pihak yang mengaku mengetahui kejadian tersebut, jumlah keramik yang diduga dijual mencapai 120 dus.
"Iya jumlahnya 120 dus, dapat uangnya Rp9,6 juta," kata sumber yang meminta namanya tidak disebutkan kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Minggu (30/8/2026).
Sumber tersebut mengaku tidak terlibat langsung dalam proses penjualan keramik.
Dirinya menyebut hanya menerima laporan mengenai adanya material keramik yang dikeluarkan dari gudang.
Ia juga mengaku menerima uang sebesar Rp1,5 juta dari hasil penjualan material tersebut.
Namun, ia menyatakan tidak mengetahui secara pasti kepada siapa keramik tersebut dijual.
"Saya hanya menerima laporan dari gudang. Mereka yang bilang ke saya sekian-sekian dari gudang, saya menerima Rp1,5 juta," ujarnya.
Saat ditanya mengenai pihak yang membeli atau lokasi penjualan material keramik tersebut, sumber itu mengaku tidak mengetahuinya.
Baca juga: Pengusaha Bongkar Dugaan Penjualan Limbah Besi Proyek Sekolah Rakyat di Lebak, Ada Deposit Rp95 Juta
Ia juga menyebut tidak mengetahui proses pembelian material tersebut.
"Tidak tahu kalau jualnya mah, pembelian juga tidak tahu," ucapnya.
Sumber tersebut juga menyebut ada belasan pegawai yang diduga terlibat dalam pengeluaran atau penjualan keramik tersebut. Namun, ia tidak merinci identitas maupun peran masing-masing pegawai.
Sementara itu, bagian keuangan pembangunan SR, Ilham, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika terdapat pegawai yang terbukti mengambil atau menjual material pembangunan secara ilegal.
Ia memastikan persoalan tersebut akan diproses sesuai ketentuan.
"Walaupun internal, kalau sudah nyolong, sudah lain lagi. Harus kita proses, tidak ada toleransi," tegas Ilham melalui sambungan telepon.