Catat Tanggalnya! NASA Ungkap Jadwal Gerhana Matahari 2027, Ada Gerhana Cincin dan Gerhana Total
Abdul Rosid August 30, 2026 05:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis jadwal dua fenomena gerhana matahari yang akan terjadi sepanjang 2027. 

Kedua peristiwa astronomi tersebut diprediksi menjadi salah satu fenomena langit yang paling dinantikan oleh para pengamat astronomi di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan data NASA, gerhana matahari pertama akan terjadi pada 6 Februari 2027 dengan jenis gerhana matahari cincin. Sementara itu, gerhana matahari kedua akan berlangsung pada 2 Agustus 2027 dan berjenis gerhana matahari total.

Baca juga: Cek Lokasi Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, Indonesia Masuk Daftar atau Tidak?

Gerhana matahari merupakan fenomena ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi sebagian atau seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi. Jenis gerhana yang terlihat bergantung pada posisi Bulan, Matahari, dan lokasi pengamat.

Gerhana Matahari Cincin 6 Februari 2027

Fenomena pertama pada 2027 adalah gerhana matahari cincin yang akan berlangsung pada 6 Februari.

Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari karena posisinya berada lebih jauh dari Bumi. 

Akibatnya, bagian tepi Matahari masih terlihat membentuk lingkaran cahaya menyerupai cincin.

Menurut NASA, fase cincin akan dapat disaksikan di sejumlah wilayah Amerika Selatan dan Afrika. 

Negara-negara yang berada di jalur utama fenomena ini antara lain Chili, Argentina, Uruguay, Brasil, Pantai Gading, Ghana, Togo, Benin, dan Nigeria.

Selain wilayah yang berada di jalur cincin, gerhana matahari sebagian juga diperkirakan terlihat di sebagian besar kawasan Amerika Selatan dan Afrika. 

Fenomena ini bahkan dapat diamati dari sejumlah wilayah di Antartika serta perairan Samudra Pasifik Selatan dan Samudra Atlantik Selatan.

Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027

Fenomena kedua yang tak kalah menarik adalah gerhana matahari total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027.

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari dari pandangan pengamat yang berada tepat di jalur totalitas. Saat fase puncak berlangsung, langit siang dapat berubah menjadi gelap selama beberapa menit.

NASA mencatat jalur totalitas gerhana matahari 2027 akan melintasi sejumlah negara di kawasan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. 

Wilayah yang dapat menyaksikan fase total antara lain Spanyol bagian selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, dan Yaman.

Di luar jalur totalitas, fenomena gerhana matahari sebagian akan terlihat di area yang jauh lebih luas. Cakupannya meliputi sebagian besar wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, Kanada bagian timur, Maine utara di Amerika Serikat, hingga kawasan Samudra Atlantik dan Samudra Hindia.

Asia Tenggara Berpeluang Menyaksikan Gerhana

NASA juga mencatat sejumlah wilayah Asia Tenggara masuk dalam area pengamatan gerhana matahari pada Agustus 2027. 

Meski tidak berada di jalur totalitas, masyarakat di kawasan ini berpeluang menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Fenomena ini menjadi kesempatan bagi pecinta astronomi untuk mengamati salah satu peristiwa langit yang jarang terjadi. 

Namun, pengamatan gerhana matahari harus dilakukan menggunakan alat pelindung mata khusus agar aman dan tidak merusak penglihatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.