Karhutla Desa Bokor Masih Sisakan Titik Api, BPBD Meranti Lanjutkan Pemadaman
Muhammad Ridho August 30, 2026 05:18 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih dalam penanganan petugas. Hingga hari kedua pemadaman, tim gabungan masih menemukan titik api dan kepulan asap di lokasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, mengatakan kebakaran terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi kebakaran berada di lahan milik masyarakat dengan vegetasi berupa kebun sagu dan karet.

“Lahan yang terbakar merupakan tanah gambut. Saat ini tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan karena masih ditemukan titik api dan asap,” kata Khardafi, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, proses pemadaman melibatkan Satgas BPBD bersama unsur TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat desa dan masyarakat.

Untuk mendukung operasi di lapangan, petugas mengerahkan enam unit motor, dua mesin ministrike, satu mesin 9 HP, dua nozzle, 21 roll selang, satu unit Y-conn serta satu unit excavator.

Namun, upaya pemadaman masih menghadapi kendala keterbatasan sumber air. Sumber air terdekat berupa embung berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran.

“Yang menjadi kendala saat ini sumber air terbatas,” ujar Khardafi.

Dalam penanganan tersebut, tim juga melakukan upaya pembuatan embung di dua desa, yakni Desa Bokor dan Desa Telaga Baru. Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan sumber air dalam penanganan karhutla.

Baca juga: Dorong Pencegahan Karhutla Dimulai dari Desa, Pemkab Meranti Perkuat Kesiapsiagaan

Berdasarkan laporan BPBD, luas lahan yang terbakar di Desa Bokor hingga laporan terakhir masih dalam proses pengukuran. Sementara itu, rekapitulasi karhutla dari sejumlah kecamatan lain di Kepulauan Meranti pada periode laporan tersebut nihil.

Kondisi cuaca di wilayah Meranti diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan suhu 24–34 derajat Celsius, kelembapan 65–88 persen dan kecepatan angin 6–8 kilometer per jam dari arah timur ke barat.

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat beraktivitas di kawasan yang memiliki lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar.

“Untuk masyarakat, tetap waspada terhadap bencana apa pun dan tetap menjaga keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari,” imbau Khardafi.

( Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.