Sosok Aipda Jonni Rahmad, Polisi yang Bangun Rumah Warga dari Gaji, Berapa Harta Kekayaannya?
M Zulkodri August 30, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM – Aipda Jonni Rahmad menjadi perhatian karena kepeduliannya terhadap warga kurang mampu.

Anggota Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, tersebut diketahui menggunakan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

Jonni tercatat telah membangun empat rumah dan melakukan rehabilitasi terhadap tiga rumah milik warga yang membutuhkan.

Bantuan itu dilakukan secara bertahap dan ditujukan untuk memberikan hunian yang aman serta nyaman bagi penerimanya.

Baca juga: Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026: Cek Format Pertandingan dan Pembagian Grup

Bagi Jonni, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki kekayaan berlebih. Ia memilih menyisihkan apa yang dimilikinya untuk memberikan manfaat secara langsung.

Dedikasi Jonni di Tengah Masyarakat

Lahir pada 15 Maret 1986, Jonni bergabung dengan Polri setelah menyelesaikan pendidikan Diktukba Polri pada 2005.

Selama menjadi anggota kepolisian, kepeduliannya tidak hanya diwujudkan melalui tugas kedinasan. Ia juga aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan.

Ketika banjir melanda sejumlah daerah pada akhir 2025, Jonni ikut membantu warga terdampak.

Selain menyalurkan kebutuhan pokok, ia turut memberikan Iqra dan Al-Qur'an kepada anak-anak agar aktivitas belajar dan mengaji tetap berjalan.

Perhatian terhadap anak-anak juga terlihat saat momentum Idul Fitri. Jonni menyisihkan sebagian rezekinya untuk membelikan pakaian Lebaran bagi anak yatim piatu.

Alumni SMK Negeri 2 Sigli tersebut juga pernah membantu seorang anak yang mengalami kebocoran jantung.

Bantuan yang diberikan membuat anak tersebut dapat memperoleh penanganan medis di Jakarta.

Berbagai aksi sosial itu menunjukkan konsistensi Jonni dalam membantu masyarakat tanpa menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk tidak berbagi.

Empat Rumah Dibangun, Tiga Hunian Diperbaiki

Salah satu bentuk kepedulian Jonni yang paling menonjol adalah membangun rumah untuk warga kurang mampu.

Total empat rumah telah dibangunnya. Selain itu, tiga rumah lainnya mendapat bantuan rehabilitasi agar kondisinya menjadi lebih layak ditempati.

Bantuan berupa tempat tinggal tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sesaat.

Hunian yang lebih aman diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga penerima sekaligus menjadi pijakan untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Jonni sendiri tidak menjadikan penghargaan sebagai tujuan dalam menjalankan kegiatan sosial.

“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama.

Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jonni, dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Pernah Mendapat Sejumlah Penghargaan

Dedikasi Jonni dalam menjalankan tugas turut mendapatkan apresiasi dari institusi Polri.

Ia memperoleh Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2013 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Sejumlah penghargaan lain juga pernah diterimanya, antara lain dari Kapolres Pidie pada 2017, Kapolres Pidie Jaya pada 2020, Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh pada 2021, serta Kepala SPN Polda Aceh pada 2022.

Di luar pendidikan kepolisian, Jonni juga mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan pengembangan. Salah satunya adalah penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015.

Berapa Harta Kekayaan Aipda Jonni?

Meski sosoknya menjadi sorotan karena aksi sosial yang dilakukan, belum diketahui secara pasti berapa total harta kekayaan Aipda Jonni Rahmad.

Informasi yang tersedia lebih banyak berkaitan dengan perjalanan karier, penghargaan, serta kegiatan sosial yang dilakukannya untuk masyarakat.

Jonni juga menilai ukuran pengabdian bukan terletak pada banyaknya penghargaan yang diperoleh.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Baginya, tugas sebagai polisi tidak berhenti ketika mengenakan seragam atau menjalankan kewajiban kedinasan.

Kehadiran di tengah masyarakat, terutama ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, juga merupakan bagian dari bentuk pengabdian.

Empat rumah yang telah dibangun dan tiga rumah yang diperbaiki menjadi salah satu bentuk nyata dari prinsip tersebut.

(Bangkapos.com/Tribun Jatim/Serambinews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.