WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Duka mendalam dirasakan Kanah Lestari (36) setelah ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas LPG di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam sekejap, Kanah kehilangan suami tercinta, Deni Setiawan (36), dan putra mereka, Raihan Alfarizky (7).
Keduanya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis selama sehari akibat luka bakar parah yang diderita dalam ledakan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
“Iya kejadian cepat dan enggak nyangka, suami saya sama anak meninggal. Terus ibu, anak, kakak sama adik saya masih perawatan di rumah sakit,” kata Kanah saat ditemui, Minggu (30/8/2026).
Kanah masih mengingat jelas detik-detik sebelum tragedi itu terjadi.
Saat kejadian, ibunya, Enah (58), sedang berada di dapur untuk menghangatkan nasi. Enah kemudian berteriak meminta pertolongan karena diduga terjadi kebocoran gas.
Mendengar teriakan tersebut, Deni bergegas membantu. Ia bahkan sempat membawa tabung gas yang diduga bocor dan berusaha memasukkannya ke bak di kamar mandi.
Kondisi sempat dianggap sudah aman. Namun, tanpa disadari, Raihan masih berada di dapur menemani neneknya.
Kanah kemudian meminta Deni membawa Raihan kembali ke rumah mereka yang berada tepat di sebelah rumah sang ibu.
Namun, saat Deni menyusul putranya, ledakan tiba-tiba terjadi.
“Posisinya anak ke dapur, suami ngejar, terus langsung kejadian ledakan. Aku langsung ditutupin itu, pintu yang nyambung ke rumah ibu, terus keluar lihat suami sama anak dan lain tergeletak di luar,” tutur Kanah.
Kanah menduga ledakan terjadi setelah ibunya kembali mencoba menyalakan kompor lain. Kebocoran gas yang masih tersisa di dalam rumah diduga tersulut hingga menimbulkan ledakan besar.
“Enggak tahu ibu mau nyobain yang satu lagi (kompor). Pas anak aku ke dapur, mau keluar, suami aku nyusul anak aku, eh ibu aku langsung cetrek (kompor), keluar (meledak),” ujarnya.
Ledakan tersebut membuat hawa di sekitar rumah terasa panas. Api kemudian membakar kasur dan pintu berbahan triplek. Genteng rumah pun hancur akibat kuatnya ledakan.
Warga dan keluarga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
Namun, luka bakar yang dialami Deni dan Raihan sangat parah. Keduanya disebut mengalami luka bakar lebih dari 90 persen hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama satu hari.
Selain Deni dan Raihan, empat anggota keluarga lainnya juga menjadi korban dan masih menjalani perawatan.
Enah mengalami luka bakar sekitar 80 hingga 90 persen dan dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi. Sutiawulan (40), yang merupakan adik ipar atau bibi korban, mengalami luka bakar sekitar 50 persen.
Sementara itu, Amellia (12) dan Aisya Permata Sari (15) mengalami luka bakar pada bagian kaki dan masih mendapatkan penanganan medis.
“Hari ini ibu sama bibi mau dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, karena kondisi luka bakar parah,” kata Kanah.
Kesaksian Warga soal Ledakan
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan informasi awal yang diterimanya menyebutkan peristiwa bermula ketika Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi.
Diduga saat itu sudah terjadi kebocoran gas. Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki atau mengganti tabung tersebut.
Namun, sebelum masalah kebocoran tersebut teratasi, api diduga sudah muncul dan menyambar gas yang bocor hingga menyebabkan ledakan.
“Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” kata Suta.
Menurut Suta, suara ledakan terdengar sangat keras hingga mengagetkan warga sekitar.
“Keterangan tetangga di sebelahnya, suara ledakan kencang sekali,” ujarnya.
Enam anggota keluarga menjadi korban dalam tragedi tersebut. Dua di antaranya, Deni Setiawan dan Raihan Alfarizky, meninggal dunia akibat luka bakar sangat parah.
Empat korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Tiga korban sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Untuk memastikan penyebab pasti ledakan, kasus tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian.