BMKG Catat Kualitas Udara Kota Bengkulu Sempat Tidak Sehat 30 Agustus 2026 Pagi
Ricky Jenihansen August 30, 2026 06:53 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kualitas udara di Bengkulu sempat masuk kategori tidak sehat pada Minggu (30/8/2026) pagi.

Hal tersebut terlihat dari grafik riwayat konsentrasi partikulat PM2.5 Bengkulu yang ditampilkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan grafik tersebut, kategori tidak sehat ditunjukkan pada pukul 04.00 WIB, 06.00 WIB, dan 08.00 WIB.

Konsentrasi PM2.5 tertinggi terlihat pada pukul 04.00 WIB, yakni sekitar 74 mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;).

Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada sekitar 64 µg/m⊃3;, kemudian sekitar 56 µg/m⊃3; pada pukul 08.00 WIB.

Angka tersebut merupakan pembacaan berdasarkan grafik BMKG yang menampilkan konsentrasi PM2.5 berdasarkan waktu.

Kualitas Udara Kembali Kategori Sedang

Di luar tiga periode tersebut, grafik BMKG menunjukkan kualitas udara Bengkulu berada dalam kategori sedang hingga data pukul 16.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 terlihat sekitar 41 µg/m⊃3;.

Konsentrasinya kemudian cenderung menurun.

Pada pukul 10.00 WIB, tercatat sekitar 35 µg/m⊃3; dan pukul 12.00 WIB sekitar 30 µg/m⊃3;.

Pada pukul 13.00 WIB, konsentrasi PM2.5 terlihat sekitar 24 µg/m⊃3;, lalu sekitar 19 µg/m⊃3; pada pukul 14.00 WIB.

Konsentrasi PM2.5 sempat terlihat sekitar 22 µg/m⊃3; pada pukul 15.00 WIB sebelum menjadi sekitar 17 µg/m⊃3; pada pukul 16.00 WIB.

Dalam grafik BMKG, kategori kualitas udara dibedakan menjadi baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya.

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;).

Grafik yang ditampilkan tidak menjelaskan penyebab konsentrasi PM2.5 di Bengkulu sempat masuk kategori tidak sehat pada beberapa periode pagi tersebut.

Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem

Selain pemantauan kualitas udara, BMKG juga menyediakan layanan Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem untuk wilayah Indonesia hingga tiga hari ke depan.

Dalam layanan tersebut, kondisi ekstrem diartikan sebagai kualitas udara pada level Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan Berbahaya berdasarkan konsentrasi PM2.5.

Ketiga level tersebut masing-masing disajikan dengan warna kuning untuk Tidak Sehat, merah untuk Sangat Tidak Sehat, dan hitam untuk Berbahaya.

Informasi Peringatan Dini Kualitas Udara Ekstrem tersebut diperbarui setiap hari pada pukul 08.00 WIB.

Mencegah Dampak Polusi

Polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya di seluruh dunia.

Data dari WHO menunjukkan polusi udara sebagai penyebab 7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Tak hanya membahayakan kesehatan manusia, polusi udara juga memicu pembentukan kabut asap dan hujan asam, merusak tanaman dan hutan, serta mencemari lingkungan.

Setelah memahami bahaya polusi udara bagi kesehatan dan lingkungan, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah mencegah dan mengurangi dampak polusi udara.

Menurut laman Kemenkes, hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

1. Memantau Kualitas Udara

Pantau kualitas udara secara rutin melalui situs BMKG atau aplikasi pemantau kualitas udara lainnya.

Kurangi aktivitas di luar ruangan dan tutup ventilasi di rumah, kantor, atau ruangan lainnya jika tingkat polusi udara tinggi.

2. Gunakan Masker

3. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi

Emisi dari kendaraan merupakan salah satu penyumbang terbesar dari polusi udara.

Lakukan uji emisi dan pastikan mesin kendaraan dalam keadaan baik sebelum menggunakan kendaraan pribadi.

Lebih baik lagi jika Anda mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan menggunakan moda transportasi lainnya, seperti transportasi umum, bersepeda atau berjalan kaki untuk mengurangi polusi udara.

4. Bijak dalam Menggunakan Listrik

Pembangkit listrik juga merupakan salah satu penyumbang utama polutan dan zat kimia dalam polusi udara.

Anda bisa mengurangi pencemaran udara dengan membatasi pemakaian listrik, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik jika sedang tidak digunakan.

5. Hindari Rokok dan Sumber Polusi Lainnya

Berhenti merokok akan mengurangi asap rokok yang dapat mencemari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Jauhi pula tempat-tempat yang tingkat polusi udaranya tinggi, seperti pabrik dan jalan raya dengan lalu lintas padat.

6. Pola Hidup Sehat

Jalankan perilaku hidup sehat dengan makan makanan bergizi, minum vitamin dan berolahraga rutin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar.

7. Memelihara Tanaman

Tanaman menyerap karbon dioksida dalam udara dan melepas oksigen ke udara, sehingga membuat udara lebih segar.

Perbanyak tanaman di rumah dan sekitarnya, terutama yang mampu mengurangi polusi, seperti palem bambu atau lidah mertua.

8. Bersihkan Rumah dengan Cara Aman

Hindari membakar sampah karena dapat menghasilkan asap yang mengandung zat-zat beracun.

Hindari pula penggunaan bahan pembersih rumah tangga yang berbahan kimia keras.

Ganti pengharum ruangan berbahan kimia dengan bahan alami seperti aromaterapi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.