TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Dua ikon Kota Palangka Raya, Jembatan Kahayan dan Bundaran Besar, tampak samar tertutup kabut asap yang menyelimuti ibu kota Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026).
Pekatnya kabut asap membuat pemandangan di sejumlah kawasan kota berubah.
Baca juga: Palangka Raya Dikepung Asap Pekat, Pedagang Taman Pasuk Kameloh Kini Sepi Pembeli
Jembatan Kahayan yang biasanya terlihat jelas dari sejumlah titik kini tampak samar di balik kabut.
Kondisi serupa terlihat di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Landmark yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat tersebut juga tampak diselimuti kabut asap.
Berdasarkan pantauan TribunKalteng.com di lapangan, kabut asap terasa cukup pekat.
Bau asap juga tercium di sejumlah kawasan, sementara mata terasa perih ketika berada di luar ruangan.
Jarak pandang di beberapa lokasi juga terlihat menurun akibat pekatnya kabut asap.
Kondisi tersebut membuat sejumlah objek yang berada tidak jauh dari lokasi terlihat samar.
Salah seorang pengunjung, Wahyu (25) mengatakan, kondisi Jembatan Kahayan terlihat berbeda dibandingkan biasanya.
“Biasanya kelihatan jelas Jembatan Kahayan, tapi sekarang samar karena tertutup kabut asap. Memang kelihatan kabutnya cukup tebal hari ini,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, kondisi kabut asap juga terasa langsung ketika berada di luar ruangan.
“Bau asapnya juga terasa sekali, mata jadi agak perih kalau terlalu lama di luar,” lanjutnya.
Kondisi tersebut sejalan dengan data kualitas udara pada Minggu (30/8/2026).
Pada pukul 16.00 WIB, indeks kualitas udara tercatat berada pada kategori berbahaya.
Adapun konsentrasi polutan yang tercatat ketika indeks berada pada kategori tersebut mencapai 1.470,4 mikrogram per meter kubik (μg/m⊃3;).
Kabut asap yang semakin pekat tidak hanya menutupi sejumlah landmark kota, tetapi juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sejumlah warga terlihat tetap melintas dan beraktivitas di kawasan perkotaan, meski sebagian menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Kondisi ini menjadi pemandangan berbeda di Kota Palangka Raya. Jembatan Kahayan dan Bundaran Besar yang biasanya menjadi bagian menonjol dari lanskap kota kini terlihat samar di tengah kabut asap.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama ketika kondisi udara berada pada kategori yang tidak sehat bagi kesehatan.
Profil Jembatan Kahayan
Ya, dibanguan membentang di atas Sungai Kahayan yang merupakan jalur Trans Kalimantan poros tengah.
Jembatan Kahayan diresmikan pada 13 Januari 2022 oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.
Daya Tarik, Biaya, dan Rute Jembatan Kahayan ini memiliki panjang 640 meter dan lebar 9 meter, serta terdiri dari 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran.
Jembatan Kahayan menjadi satu-satunya jembatan rangka baja di Indonesia yang digantung di bawah pelengkung baja sepanjang 150 meter tersebut.
Jembatan ini kemudian berfungsi menghubungkan pusat Kota Palangkaraya dengan Kelurahan Pahandut Seberang dan sejumlah kabupaten di DAS Barito serta kabupaten terdekat.
Jembatan ini menghubungkan, beberapa kabupaten di antaranya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara hingga Kalimantan Selatan.
Pemandangan lebih indah Jembatan Kahayan juga bisa disaksikan dari lokasi kuliner yang ada di bantaran Sungai Kahaayan sekitar Tugu Soekarno.
Pengunjung yang datang ke lokasi tersebut bisa menikmati makanan dan minuman sambil santai menikmati keindahan Jembatan Kahayan malam hari.
(TRIBUNKALTENG.COM/MUHAMMAD IQBAL ZULKARNAIN)