TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Tomohon menutup sementara aktivitas pendakian di tiga gunung yang berada di wilayah Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Tiga gunung tersebut yakni Gunung Lokon, Gunung Empung dan Gunung Mahawu.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan dan kewaspadaan menghadapi potensi bencana.
Terutama di kondisi musim kemarau.
Penutupan tersebut juga mempertimbangkan rekomendasi teknis Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG.
Selain itu, kebijakan ini menindaklanjuti arahan serta instruksi Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sulawesi Utara terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Tomohon Caroll Senduk mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut.
"Kami mengutamakan keselamatan jiwa masyarakat. Karena itu, dalam kondisi seperti sekarang, kita harus lebih berhati-hati dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan," ujar Caroll, Minggu (30/8/2026) melalui rilis resmi.
Menurut orang nomor satu di Tomohon ini, penutupan jalur pendakian bukan berarti pemerintah membatasi kecintaan masyarakat terhadap alam.
Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk Gunung Lokon, saat ini statusnya berada pada Level II atau Waspada.
Dengan status tersebut, masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Sementara Gunung Empung, meski bukan gunung api aktif tersendiri, berada dalam kawasan Cagar Alam Lokon-Empung dan secara geografis berada di depan Kawah Tompaluan.
Karena itu, aktivitas di kawasan Gunung Empung juga harus memperhatikan ketentuan konservasi dan batas keselamatan yang berlaku.
Berbeda dengan Lokon dan Empung, Gunung Mahawu saat ini berstatus Level I atau Normal.
Namun, kawasan Gunung Mahawu merupakan kawasan hutan lindung yang tetap harus dijaga.
Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Caroll berharap masyarakat, termasuk pendaki, komunitas pencinta alam dan para pemandu wisata, dapat memahami serta mendukung kebijakan tersebut.
"Kita berharap masyarakat dapat mematuhi kebijakan ini. Keselamatan jiwa adalah prioritas, dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab kita bersama," tandasnya.
Pemerintah Kota Tomohon memastikan perkembangan kondisi akan terus dipantau.
Pembukaan kembali jalur pendakian akan diumumkan apabila kondisi telah dinilai aman dan ketentuan teknis memungkinkan. (Pet)