BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Di puncak musim kemarau ini, warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan yang tinggal di tepi sungai perlu waspada dengan musibah longsor.
Saat ini sudah beberapa lokasi yang mengalami longsor sehingga berdampak pada pemukiman warga. Pertama terjadi di Desa Panangkalaan Kecamatan Amuntai Utara, menyusul di Kelurahan Kebun Sari dan Kelurahan Paliwara serta di Kecamatan Sungai Pandan.
Belum lama ini juga kembali terjadi adanya turunnya posisi tanah di Desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading serta Desa Pasar Senin.
Padahal saat ini masih belum puncak dari resiko longsor, melihat dari kondisi tanah di tepi sungai yang sangat kering biasanya akan menjadi longsor saat musim penghujan tiba.
Saat rongga tanah yang kering terisi air membuat beban penahan tanah menjadi berat dan berakibat longsor.
Baca juga: Akses Darurat Pascajembatan di Mantuil Banjarmasin Ambruk, Nyebrang Pakai Klotok Bayar Rp10.000
Kepala BPBD HSU Syamrani mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan pendataan untuk berkoordinasi mencari jalan keluar bersama Pemerintah Daerah.
“Bupati dan Dinas PUPR juga telah melakukan peninjauan di hampir seluruh titik lokasi yang terjadi longsor,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Masliana salah satu warga yang terdampak dengan terjadinya longsor di Kelurahan Kebun Sari mengatakan longsor yang juga merusak setengah dari badan jalan juga berdampak pada halaman rumah miliknya.
“Saat ini tidak berani tidur di rumah ini, kerumah keluarga yang berada di seberang jalan, namun untuk memasak masih dilakukan di rumah ini karena saya berjualan sayur yang sudah masak,” ujarnya.
Dirinya lebih khawatir saat musim hujan datang nanti karena posisi rumah sudah sangat miring, khawatir terbawa arus sungai. Saat ini sudah dipasang peringatan agar kendaraan roda empat tidak melintasi jalan tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)