TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca 3 harian untuk wilayah Sulawesi Utara.
Peringatan dini ini berlaku mulai Minggu, 30 Agustus 2026 hingga Selasa, 1 September 2026.
Berdasarkan informasi grafis resmi publikasi 30 Agustus 2026 pukul 08.48 WITA, ancaman utama cuaca di wilayah Sulawesi Utara terfokus pada potensi fenomena Angin Kencang.
Baca juga: Gempa Terkini di Ruteng NTT Minggu 30 Agustus 2026, Berikut Info BMKG
Sementara itu, tingkat peringatan curah hujan baik kategori Waspada (hujan sedang-lebat), Siaga (hujan lebat-sangat lebat), maupun Awas (hujan sangat lebat-ekstrem) berada dalam status nihil.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem berupa tiupan angin kencang selama kurun waktu tersebut.
Kantor Tribun Manado berada di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kota Manado
Kota Bitung
Kota Tomohon
Kota Kotamobagu
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Tenggara
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Talaud
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini