Bikin Inovasi Energi Hijau, Begini Cerita Mahasiswa ULM Berhasil Tembus Top 20 Nasional
Ratino Taufik August 30, 2026 08:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Di tengah kesibukan berkarier sebagai profesional di sektor swasta, Muhammad Akmal Firdaus masih menyampatkan diri menjalani pendidiman sebagai mahasiswa Magister Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Di sela aktivitas tersebut, Akmal mengembangkan gagasan di bidang ekonomi hijau melalui VERIGRID, sebuah inovasi startup yang berhasil membawanya masuk dalam Top 20 Finalis Bioenergy Talent 2026.

Akmal mengatakan, VERIGRID tidak hanya menjadi gagasan untuk mengikuti kompetisi. Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang ia lihat pada pengelolaan energi terbarukan dan transisi menuju ekonomi hijau.

“Masalah utama yang ingin diselesaikan adalah belum optimalnya tata kelola energi terbarukan dan transisi hijau yang sering kali terhambat oleh inefisiensi pencatatan serta akses yang belum terintegrasi secara digital,” ujar Akmal.

Gagasan itu kemudian berkembang dari keresahan terhadap potensi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut Akmal, limbah dalam jumlah besar sebenarnya memiliki peluang untuk dikonversi menjadi sumber energi terbarukan.

Akmal mengembangkan gagasan tersebut melalui diskusi bersama para seniornya di ASPEBINDO. Dari sejumlah diskusi itu, mereka membicarakan urgensi persoalan, strategi yang dapat dilakukan, hingga keluaran yang diharapkan dari inovasi tersebut.

Baca juga: Akses Darurat Pascajembatan di Mantuil Banjarmasin Ambruk, Nyebrang Pakai Klotok Bayar Rp10.000

Kemudiam, VERIGRID diarahkan untuk menjembatani sektor konvensional dengan ekosistem digital dalam rantai pasok ekonomi hijau.

“VERIGRID menawarkan pendekatan digital yang unik, terukur, dan berdampak langsung pada rantai pasok ekonomi hijau sehingga memiliki nilai ekonomi dan nilai tambah tersendiri,” katanya.

Perjalanan Akmal membawa VERIGRID ke Top 20 tidak berlangsung begitu saja. Ia harus melewati proses validasi konsep dan menyusun argumentasi teknologis untuk memperkuat gagasannya.

Salah satu bagian yang menurut Akm paling sulit adalah mencari dan mengolah data.

“Kevalidan data merupakan fondasi utama dalam merumuskan solusi serta masalah secara akurat dan terpercaya,” ujarnya.

Ketika nama VERIGRID akhirnya masuk dalam daftar Top 20 Bioenergy Talent 2026, Akmal mengaku bersyukur.

Namun, capaian tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia menargetkan agar VERIGRID dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui finalisasi model bisnis dan pematangan aspek teknis.

“Capaian ini tidak membuat saya berpuas diri, melainkan harus terus membakar semangat untuk berbenah dan bersiap memberikan performa terbaik pada kesempatan-kesempatan berikutnya,” katanya.

Akmal mengatakan, VERIGRID diproyeksikan untuk direalisasikan melalui skema kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Ia berharap inovasi tersebut nantinya bisa memberikan manfaat ekonomi dan dampak terhadap lingkungan.

“Ini bagian dari proses pengembangan karier serta pembuktian bahwa inovasi dari kampus daerah dapat bersaing di level nasional,” tuturnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.