Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Bhayangkara Presisi Lampung FC menghadapi Super League musim 2026/2027 dengan juru taktik anyar.
Baca juga: Pemain Baru Bhayangkara FC Milan Ristovski Siap Debut di Super League
Setelah tak memperpanjang kontrak dengan Paul Munster, Bhayangkara FC kini ditangani pelatih asal Spanyol, Oscar Bruzon Barreras.
Bruzon menilai persaingan di Liga Indonesia lebih sengit dibandingkan India.
Meski belum pernah mencicipi atmosfer di sini, Bruzon menyebut kompetisi domestik di Indonesia lebih menantang.
"Pertama-tama, terima kasih banyak kepada manajemen klub karena telah memercayai pengalaman masa lalu dan karier saya. Indonesia selalu menjadi liga yang saya ikuti, cukup mirip dengan Liga India," kata Oscar Bruzon Barreras saat ditemui di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
"Tetapi, saya percaya bahwa liga ini jauh lebih tangguh dan memiliki tantangan yang lebih besar," imbuhnya.
Bruzon datang ke Bhayangkara FC tidak sendirian.
Pria yang berhasil membawa East Bengal FC menjuarai kompetisi kasta tertinggi di India itu mengajak dua stafnya, yakni Adrian Rubio Martinez sebagai asisten pelatih dan Javier F Sanchez sebagai pelatih fisik.
Bruzon telah memiliki pengalaman selama 15 tahun di sepak bola Asia.
Sebelumnya, Bruzon pernah menjalani perjalanan kepelatihan di Maladewa, Bangladesh, dan India.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Bruzon untuk menghadapi tantangan barunya bersama Bhayangkara FC.
Setelah berada di Indonesia, penilaian Bruzon terhadap kompetisi Tanah Air pun semakin jelas.
Sebelum datang, ia mengira Liga Super India dan Super League Indonesia berada di level yang sama.
Namun, setelah menjalani persiapan bersama Bhayangkara FC, Bruzon menilai Liga Indonesia memiliki persaingan yang lebih ketat.
"Secara jujur, sebelum datang ke Indonesia, saya pikir Liga Super India dan Liga Indonesia berada di level yang sama. Namun begitu saya berada di sini, saya menyadari bahwa liga ini lebih kuat daripada Liga India," ujarnya.
Bruzon melihat persaingan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh komposisi pemain asing dan kualitas pemain lokal.
"Pertama, karena kita bisa menggunakan jumlah pemain asing yang lebih banyak. Kedua, karena hanya menggunakan tiga atau empat pemain lokal per tim membuat kompetisi menjadi sangat besar bagi semua pemain lokal dan domestik, yang levelnya bagi saya meningkat dari musim ke musim," kata Bruzon.
Klub Kebanggaan Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut Bhayangkara FC sudah menjelma sebagai klub kebanggaan masyarakat Lampung.
Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri acara peluncuran skuad Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (29/8/2026).
Selain gubernur, hadir pula Kakorlantas Polri Irjen Wibowo yang juga CEO Bhayangkara FC, Waketum PSSI Ratu Tisha, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Pangdam XXI/Radin Inten Radin Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar.
Mirza menegaskan, klub berjuluk The Guardians of Saburai itu kini telah menjadi kebanggaan dan milik masyarakat Lampung.
Mirza pun menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan satu tahun Bhayangkara FC bermarkas di Lampung.
"Saya mewakili masyarakat Lampung mengucapkan terima kasih kepada Bhayangkara FC yang selama satu tahun ini telah bertahan dan menjadikan Lampung sebagai rumahnya," kata Mirza.
“Bhayangkara FC hari ini bukan lagi milik kepolisian saja, tapi sudah menjadi milik seluruh masyarakat Lampung,” lanjutnya.
Ia optimistis Bhayangkara FC bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi di musim mendatang.
Dengan komposisi pemain baru dan persiapan lebih matang, Bhayangkara FC diharapkan mencapai posisi minimal di tiga besar.
"Tahun kemarin kita bisa masuk lima besar, dan itu bukan target akhir. Tahun ini, dengan doa dan dukungan masyarakat Lampung, insya Allah kita targetkan bisa menembus tiga besar," kata Mirza.
Mirza berpesan kepada para pemain agar selalu menjaga komitmen dan memberikan penampilan terbaik di lapangan untuk mengharumkan nama Bumi Ruwa Jurai.
"Sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan banyak orang. Tim yang kuat tidak dibangun dalam satu musim, melainkan melalui kerja konsisten, pembinaan berkelanjutan," tuturnya.
Antusiasme dan optimisme tinggi juga disampaikan CEO Bhayangkara FC, Irjen Wibowo, yang hadir langsung dalam peluncuran tim dan jersey.
"Melihat dua agenda tadi, tentunya kita cukup yakin bahwa Bhayangkara Presisi Lampung FC memiliki skuad dan formasi yang mumpuni," kata Wibowo.
"Dari torehan hasil musim lalu, Bapak Kapolri penuh harap menantikan kita di musim kompetisi 2026/2027 dengan harapan bisa menduduki peringkat ketiga nasional," tambahnya.
Sementara Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan suporter atas dukungan penuh kepada Bhayangkara FC dan selalu menjaga kondusivitas di stadion.
Menurut dia, sinergi antara ketegasan evaluasi manajemen dan atmosfer kondusif dari warga diyakini menjadi kunci utama dalam mengantar Bhayangkara FC menembus jajaran elite Super League.
Evaluasi Berkala
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Sumardji, menegaskan manajemen menetapkan aturan disiplin yang sangat ketat demi menjaga performa tim dalam perburuan gelar juara kompetisi musim 2026/2027.
Menurut dia, evaluasi terhadap performa pemain dilakukan secara berkala tanpa perlu menunggu jeda paruh musim.
“Langkah tegas ini diambil agar tim berjuluk The Guardian of Siger dapat bergerak cepat menambah atau melepas pilar sesuai kebutuhan taktis tim di lapangan,” ujar Sumardji.
"Targetnya juara, minimal tiga besar ya. Tentu saja kita akan selalu evaluasi. Apakah di paruh kedua, tapi kita bisa evaluasi seterusnya per minggu setelah pertandingan home dan away," lanjutnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)