TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Ada momen yang berbeda dalam Marpesta QRIS yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk event tahun 2026 kali ini, dilaksanakan lomba melukis memakai limbah sisa percetakan uang kertas.
Momen unik itu diselenggarakan di Lapangan H Adam Malik Kota Pematangsiantar.
Di sini, para peserta yang merupakan masyarakat Kota Pematangsiantar dan sekitarnya diberikan sejumlah karung plastik berisi sisa-sisa uang kertas untuk dijadikan lukisan unik.
“Ini pertama kali kami melukis pakai sisa-sisa limbah uang kertas. Jadi kami menyesuaikan lah dengan warna-warna yang ada, dan ditempel dulu untuk teknik kolase (mozaik),” kata Amir, peserta seni lukis limbah uang kertas.
Senada dengan Amir, pelukis lainnya Ivty juga mengaku melukis dengan tambahan teknik menempel sisa uang kertas merupakan tantangan baru.
Selain harus teliti menyisipkan warna, ukuran sisa uang kertas juga perlu diperhatikan.
Rico Kaki Langit selaku juri pada lomba melukis dengan teknik menempelkan sisa-sisa uang kertas merupakan tantangan tersendiri bagi para peserta.
Pasalnya, mereka harus menggunakan sisa limbah sebanyak mungkin sebagai untuk meningkatkan skor penilaian.
“Jadi temanya adalah keindonesiaan. Semakin berbentuk lukisannya dan mengikuti tema, jadi peluangnya menang semakin besar,” kata Rico.
(alj/tribun-medan.com)