Sempat Hanyut, Musala An Nur Padang Diresmikan Wako Fadly Amran
Arif Ramanda Kurnia August 30, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG-Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi meresmikan penggunaan Musala An Nur yang terletak di Batang Kabung RT 03 RW 02, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (30/8/2026).

Peresmian sarana ibadah baru ini menjadi momentum bersejarah sekaligus simbol bangkitnya kepedulian sosial warga setempat.

Sebagaimana dilansir dari Humas Kota Padang, bangunan Musala An Nur tersebut berdiri tegak di atas lahan tanah wakaf yang diserahkan oleh warga setempat.

Baca juga: Menikmati Sore di Jembatan Siti Nurbaya, Rute Joging dengan Lanskap Batang Arau

Pembangunan kembali sarana ibadah ini dilakukan setelah bangunan lama musala hancur dan hanyut diterjang bencana banjir bandang pada November 2025 lalu.

Proses peresmian berjalan khidmat dengan dihadiri oleh berbagai elemen pejabat daerah hingga tokoh masyarakat.

Tampak hadir Plt Kabag Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Lurah Batang Kabung Ganting Okimi Oktobery.

Selain jajaran pemerintah daerah, acara tersebut juga dihadiri perwakilan pengurus musala, Ramli Edison, beserta jajaran alim ulama, niniak mamak, dan tokoh elemen masyarakat Batang Kabung Ganting.

Apresiasi Sinergi Warga Ranah dan Rantau

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sangat mendalam kepada seluruh warga, baik yang menetap di ranah (kampung halaman) maupun yang berada di perantauan.

Fadly memuji semangat gotong royong masyarakat yang bergerak cepat menggalang swadaya berupa infak, sedekah, hingga pembebasan lahan melalui wakaf tanah demi berdirinya kembali Musala An Nur.

“Saya mengapresiasi bapak dan ibu yang ada di ranah dan rantau yang telah mau menginfakkan uangnya dan mewakafkan tanahnya untuk pembangunan musala ini,” kata Fadly Amran, dilansir dari Humas Kota Padang.

Ia menambahkan, pengorbanan serta keikhlasan warga yang menyisihkan hartanya untuk rumah ibadah tentu akan membuah hasil yang manis berupa pahala dari Sang Pencipta.

“Semoga kita diberi keberkahan dan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” ungkap Wali Kota Padang tersebut.

Dukung Program Unggulan Smart Surau

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan bahwa fungsi musala di era sekarang tidak boleh hanya sebatas tempat untuk menunaikan ibadah ritual atau salat berjamaah semata.

Ia mendorong seluruh elemen warga Batang Kabung Ganting untuk mengoptimalkan Musala An Nur sebagai pusat peradaban dan interaksi sosial masyarakat.

Pemerintah Kota Padang berharap Musala An Nur dapat menjadi sarana pendukung utama dalam menyukseskan Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang sedang digalakkan pemko.

“Selain menjadi sarana ibadah, Musala An Nur diharapkan menjadi tempat belajar bagi anak-anak sekaligus pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendukung Program Smart Surau,” tambah Fadly.

Melalui pendekatan fungsi surau yang terintegrasi, anak-anak dan generasi muda diharapkan dapat memperdalam ilmu agama sekaligus mengasah kemampuan diri di lingkungan musala yang aman dan kondusif.

Baca juga: Tingkatkan SDM Pariwisata, UNP Dorong Pengelolaan Homestay Berkelanjutan di Nagari Tarantang

Habiskan Anggaran Rp467 Juta

Sementara itu, perwakilan Pengurus Musala An Nur, Ramli Edison, membeberkan dinamika dan garis waktu proses pembangunan kembali tempat ibadah tersebut.

Ramli menjelaskan bahwa pengerjaan fisik bangunan musala dimulai sejak pertengahan Januari 2026 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada Juli 2026.

Proses pembangunan yang memakan waktu sekitar enam bulan tersebut menelan total biaya pembangunan mencapai kurang lebih Rp467 juta.

Dana ratusan juta rupiah tersebut seluruhnya bersumber dari uluran tangan para dermawan, infak warga, serta dukungan perantau yang peduli dengan kondisi kampung pascabencana.

Di akhir laporannya, Ramli menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada keluarga ahli waris yang telah membebaskan lahan tanah milik orang tua mereka demi kepentingan ibadah umat.

“Terima kasih kepada para ahli waris yang telah mewakafkan tanah milik orang tuanya, serta bapak dan ibu yang telah berinfak untuk pembangunan musala ini,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.