Rotary Club Palembang Gelar Cinematic Yoga untuk Donasi Bagi Panti Asuhan
Moch Krisna August 30, 2026 08:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rotary Club Palembang bersama Blackmore, Fitbar dan Women Corner Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel menggelar kegiatan Cinematic Yoga di Hotel Fave Palembang, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yoga selain bertujuan untuk olahraga dan relaksasi tapi juga jadikan kegiatan donasi untuk anak-anak di Panti Asuhan Santa Maria yang berada di kawasan Jalur 20 Pasang Surut, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Founder Clemen Babyshop sekaligus pengurus Rotary Club Palembang, Novi Tjen, mengatakan kegiatan yoga untuk berdonasi tersebut merupakan yang pertama kali digelar.

Menurut Novi, ide kegiatan tersebut berawal dari Teacher Amy, instruktur yoga sahabatnya yang punya ide mengelar yoga sekaligus kegiatan amal.

Novi menuturkan, dirinya memiliki koneksi dengan Hotel VIP Palembang dan Rotary Club yang selama ini juga rutin melakukan kegiatan sosial dan donasi.

"Jadi saya sebagai jembatannya kegiatan ini karena kenal baik dengan pihak hotel juga tecager Emy juga, makanya kita gelar acara yoga untuk donasi jari ini," kata Novi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta. Biaya pendaftaran yang dikumpulkan dari peserta nantinya akan disumbangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan alat tulis  anak-anak di Panti Asuhan Santa Maria.

Novi menjelaskan, penggalangan donasi tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya peserta yoga.

"Donasi ini sebenarnya terbuka untuk umum, bukan hanya bagi peserta yoga. Nanti barcodenya juga akan dibagikan bagi masyarakat yang ingin berdonasi," jelasnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga bantuan yang diberikan nantinya dapat memenuhi kebutuhan para siswa di panti asuhan tersebut.

Sementara itu, Teacher Emy selaku instruktur yoga mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga peserta yang sudah berada pada tingkat expert.

Karena peserta memiliki kemampuan yang beragam, jenis yoga yang dipilih adalah Hatha Yoga.

Menurutnya, Hatha Yoga memiliki gerakan yang relatif mudah disesuaikan sehingga dapat diikuti oleh peserta dari tingkat dasar hingga mahir.

Ia menjelaskan, yoga memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, di antaranya membantu meningkatkan kelenturan, melatih pernapasan, serta memberikan efek relaksasi.

"Yoga cocok untuk olahraga kelenturan, melatih pernapasan supaya lebih lega dan juga merelaksasi tubuh, yang tren sejak zaman covid dulu dan masih booming hingga kini," ujarnya.

Teacher Amy menambahkan, tren yoga semakin berkembang sejak pandemi COVID-19. Saat itu, latihan pernapasan juga banyak digunakan sebagai bagian dari terapi kesehatan pernapasan karena masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah karena lockdown.

"Yoga sebenarnya sudah lama menjadi tren. Sejak COVID-19, yoga juga banyak digunakan dokter dan rumah sakit sebagai terapi kesehatan pernapasan bagi pasien. Tren itu kemudian berlanjut sampai sekarang," jelasnya.


Menurutnya, yoga terkadang masih dikaitkan dengan agama sehingga membuat sebagian masyarakat memiliki persepsi tertentu terhadap olahraga tersebut sehingga kurang diminati.


Padahal menurutnya, yoga merupakan aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara universal dan tidak diperuntukkan bagi agama tertentu.


Ia menjelaskan, gerakan yoga bertumpu pada aktivitas fisik seperti gerakan kaki, tangan, serta latihan pernapasan dan kelenturan tubuh.


"Yoga ini gerakannya bertumpu pada kaki, tangan dan gerakan lainnya untuk melatih kelenturan. Jadi secara universal bukan menyangkut agama tertentu, tetapi murni gerakan olahraga untuk mengolah pernapasan dan merelaksasi tubuh," ujarnya.


Teacher Emy menyebut yoga juga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Namun, gerakan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan usia masing-masing peserta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.