Buah Keringat Habis Dimakan Api seusai Kebakaran 19 Rumah di Cempaka Putih
Mareza Sutan AJ August 30, 2026 09:03 PM

"Insya Allah tabungan itu saya gunakan untuk berangkat umrah, sedikit demi sedikit saya kumpulkan, kini ludes tak bersisa. Sudah 3 tahun saya nabung, sehari 20 ribu, 50 ribu rutin tiap hari."
Dedi
Warga/Korban Kebakaran

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Angin bertiup kencang ketika Dedi, satu di antara warga RT 23 Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, melihat api dari belakang rumahnya.

Dengan cepat, si jago merah merambat ke bangunan-bangunan di sana, termasuk rumah yang ia tempati.

Kebakaran rumah di Cempaka Putih pada Sabtu siang itu melahap belasan rumah dan seisinya.

Total, ada 19 rumah terbakar, berdampak pada sedikitnya 59 orang kehilangan tempat tinggal.

"Api muncul dari arah belakang, saya tidak tahu pasti dari mana api itu berasal (rumah siapa) ," kata Dedi saat dijumpai di lokasi kebakaran, Ahad (30/8/2026) pagi.

Ia mengingat cepatnya api melahap kawasan permukiman itu; hitungan menit langsung membesar dan merembet.

Warga sekitar bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jambi langsung bahu-membahu berjibaku menjinakkan si jago merah di tengah kepungan asap pekat.

Nahas bagi Dedi, insiden ini merenggut seluruh harta benda miliknya.

Tak ada barang berharga yang sempat diselamatkan selain pakaian yang melekat di badan. 

Berbagai dokumen penting, mulai dari sertifikat rumah, BPKB, hingga STNK mobil dan sepeda motor pun ludes dilalap api.

Perabotan rumah tangga seperti kulkas dan pendingin ruangan (AC) turut hangus terbakar.

Rasa sedih makin mendalam lantaran satu unit sepeda motor yang baru dibelinya secara tunai dua bulan lalu ikut menjadi arang.

Padahal, kendaraan tersebut digunakan sang anak untuk beraktivitas menuju kampus Universitas Jambi (Jambi).

"Motor yang baru saya beli tunai dua bulan lalu ludes semua," kata Dedi.

Tabungan umrahnya pun habis dimakan api.

Hasil keringatnya hari demi hari selama tiga tahun, ia simpan sedikit demi sedikit dalam galon.

"Insya Allah tabungan itu saya gunakan untuk berangkat umrah, sedikit demi sedikit saya kumpulkan, kini ludes tak bersisa," curahnya.

"Sudah 3 tahun saya nabung, sehari 20 ribu, 50 ribu rutin tiap hari," imbuh Dedi.

Pascakebakaran, malam harinya Dedi beserta keluarga menumpang menginap di rumah tetangga serta di Posko Kementerian Sosial (Kemensos).

Kemensos mendirikan tenda darurat di dekat lokasi kejadian guna menampung para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan tanggap darurat dari pemerintah daerah dan kepedulian warga sekitar pun mulai mengalir ke lokasi bencana.

Sejumlah logistik bantuan berupa beras, mi instan, air bersih, hingga makanan siap saji sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban kebakaran di Cempaka Putih.

Al-Qur'an yang Utuh

Setelah padamnya api, Minggu pagi, warga menemukan mushaf Al-Qur'an dan surat Yasin yang masih utuh.

Selli, warga yang menemukan, menyebut bahwa mushaf yang ia temukan hanya mengalami sedikit kerusakan di bagian tepi atau pinggirannya saja.

Sementara itu, bagian tengah serta lembaran-lembaran tulisan ayat suci di dalamnya masih bersih, utuh, dan dapat dibaca dengan jelas.

"Surat Yasin sama Al-Qur'an cuma terbakar di pinggir-pinggirnya saja, tengah-tengahnya masih utuh," ungkap Selli.

Peristiwa ini disambut haru oleh warga sekitar dan langsung penasaran melihat Al-Qur'an yang tak terbakar.

Bagi mereka, selamatnya lembaran Al-Qur'an di tengah kobaran api yang menghancurkan bangunan keras sekalipun menjadi tanda dan pengingat akan kekuasaan Allah SWT. 

Keajaiban kecil ini memberikan keheningan dan kekuatan batin bagi para korban untuk tetap tegar dan ikhlas menghadapi cobaan musibah kebakaran yang baru saja menimpa tempat tinggal mereka.

Api dari Plafon

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menyebut laporan mengenai kebakaran tersebut diterima petugas pada pukul 13.51 WIB.

"Api pertama kali terlihat dari plafon rumah," kata Mustari, sesaat setelah operasi pemadaman, Sabtu kemarin.

Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan lainnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman yang padat.

Bangunan yang saling berdempetan serta kondisi jalan yang sempit menjadi kendala bagi petugas untuk menjangkau titik api.

Tiupan angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api lebih cepat menyebar.

Selain itu, banyaknya warga yang berada di sekitar lokasi untuk menyaksikan kejadian turut menghambat petugas dalam melakukan proses pemadaman.

Damkartan Kota Jambi mengerahkan 60 personel dan 12 unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran tersebut.

Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 95.000 liter air.

Pemadaman berlangsung selama kurang lebih tiga jam 15 menit hingga api berhasil dikendalikan.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap 19 rumah. Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa tercatat menjadi warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Meski menyebabkan sejumlah rumah warga terbakar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

(Tribunjambi.com/Sopianto, M Yon Rinaldi)

 

Baca juga: Kekhawatiran Bawa Anak Datangi Pondok di Sekernan dan Dapati Ibu Telah Terbujur

Baca juga: Daftar 9 Kapolsek Berdasarkan Mutasi Polda Jambi 27 Agustus 2026

Baca juga: Daftar 11 Kasat Berdasarkan Mutasi Polda Jambi 27 Agustus 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.