Aktivis Perempuan: Orang Tua Berperan Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual
Ryan Nong August 30, 2026 09:42 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Orang tua memiliki peran utama dan pertama dalam melindungi anak dari kekerasan seksual. Hal itu disampaikan aktivis perempuan dan anak di Sumba Timur, Rambu Dai Mami merespons banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, orang tua harus membangun kedekatan emosional yang kuat dengan anak. Upaya ini penting agar anak berani menceritakan apa yang dialaminya tanpa rasa takut.

Baca juga: Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual Anak Perempuan 13 Tahun Hingga Hamil Empat Bulan di Sumba Timur

“Orang tua harus menasihati anak-anak dan menjadi kawan, supaya ada yang melakukan pelecehan seksual itu diceritakan,” katanya, Minggu (30/8).

Direktur Sabana Sumba ini melanjutkan, orang tua perlu mengingatkan anak-anak agar berani melapor jika ada orang asing yang memegang tubuhnya tanpa izin.

“Untuk masyarakat Sumba Timur di mana saja, kita harus kasih ingat anak-anak. Kalau ada yang melakukan hal-hal yang bersifat pelecehan seksual seperti memegang dan meraba-raba di area sensitif apalagi sampai melakukan hubungan jangan takut kasih tahu orang tua,” ujarnya.

Terhadap anak yang telah menjadi korban pelecehan, kata dia, orang tua harus segera melakukan pemulihan trauma. Bukan mendiamkan kasusnya.

Selanjutnya, para pelaku harus dilaporkan ke polisi untuk dijerat dengan hukum agar kasus kekerasan seksual tidak menjadi hal yang dinormalisasi di tengah masyarakat.

“Yang paling pertama anak harus diselamatkan. Anak harus dipulihkan dari trauma itu. Kedua, ditelusuri siapa pelakunya, harus diproses hukum dan supaya penegakan keadilan berjalan dengan baik,” tutupnya. (dim)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.